Sinergi Pemberdayaan Masyarakat

Oleh Ahmad Rofiq

BANK JATENG, hari ini (6/4) memperingati ulang tahunnya ke-54. Hal ini berarti berbarengan dengan ulang tahun ke-47 UIN Walisongo, yang hari ini upacara Dies Natalisnya dihadiri Menteri Ketenagakerjaan Muhammad Khanif Dhahiri, yang juga alumnus Walisongo.

Sebagai warga Jawa Tengah, apalagi sebagai nasabahnya yang sudah banyak mendapat pembiayaan sejak menjadi ASN di kampus yang mengambil nama para Walisongo, atau bermitra bagi yang tidak ASN, tidak salah kiranya, ikut mengucapkan selamat ulang tahun ke-54.

Semoga usahamu untuk membangun Jawa Tengah dan upaya mewujudkan masyarakat Jawa Tengah menjadi lebih makmur dan sejahtera, makin dirasakan secara nyata. Pada ulang tahun yang ke-54, banyak kegiatan dilakukan.

Selamat juga kepada UIN Walisongo yang makin menunjukkan brand dan kinerjanya dalam menyiapkan SDM yang ber-Islam moderat, berbasis kesatuan ilmu guna membangun kemanusiaan dan peradaban, yang diharapkan dapat diwujudkan perguruan tinggi Islam riset terdepan di Indonesia, syukur di tingkat internasional.

Sebagai wujud terima kasih dan apresiasi kepada para pendahulunya, keluarga Bank Jateng kepada Allah Swt, Dewan Direksi dan Dewan Pengawas Syariah, serta jajaran pejabat melakukan kegiatan ziarah kepada para pendiri dan pimpinan terdahulu.

Sementara UIN Walisongo, para pimpinannya, mulai Rektor, Wakil Rektor, Dekan, Direktur Pascasarjana, hingga pejabat lainnya, ziarah ke makam Walisongo.

Tampaknya, antara UIN Walisongo dan Bank Jateng, mempunyai sinergi dan titik singgung dalam ikhtiar bersama memberdayakan masyarakat Jawa Tengah.

Bahkan banyak mahasiswa UIN Walisongo berasal dari luar Jawa, dan luar negeri. Sementara Bank Jateng terus mengukir prestasinya. Sepanjang 2016, tidak kurang 20 penghargaan prestisius diraih oleh Bank-nya Orang Jawa Tengah.

Di antaranya adalah Annual Report Award (ARA) 2015, untuk kategori BUMD Listed, oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu, Bank Jateng mendapat penghargaan Indonesia Banking Award 2016 oleh Tempo Media Group.

Selain itu juga penghargaan sebagai Wajib Pajak Kontribusi Pembayar Pajak Terbesar tahun 2015. Untuk Bank Jateng Syariah, yang sedang ancang-ancang mau spin off pun, menerima award Kinerja Keuangan yang paling baik, tahun 2015.

Sebagai lembaga bisnis, para pimpinan menyadari, bahwa bekerja tidak hanya mengandalkan kerja otak, akal, dan intelektual semata, akan tetapi harus dilandasi dengan penyadaran dan kesadaran spiritual dan emosional.

Dalam konteks inilah, ziarah kepada para leluhur Bank Jateng dilakukan. Ziarah ke makam leluhur, selain untuk mendoakan mereka, juga dimaksudkan mengingat mati dan kehidupan akhirat.

Jika keluarga besar Bank Jateng ingin membangun spirit kerja yang didasari niat ibadah dan keikhlasan dalam beramal, tentu karena disadari bahwa bekerja di lembaga keuangan itu, rawan godaan, rawan cobaan.

Terkadang sudah sangat hati-hati, mitigasi risiko, dan menjaga prudensialitas bank, tiba-tiba calon nasabah yang mengajukan pembiayaan dengan sangat meyakinkan menggunakan surat perintah kerja (SPK) asli, pakai tanda tangan dan stempel basah, tetapi ternyata palsu.

Karena itu, Bank Jateng juga mengadakan kegiatan bakti sosial, berupa donor darah, santunan anak yatim, panti jompo, rumah singgah, beasiswa belajar untuk keluarga pegawai yang membutuhkan perhatian, keluarga petugas kebersihan di seputar Jalan Pemuda Kota Semarang.

Bank Jateng memang lembaga bisnis, akan tetapi para pimpinan, Dewan Komisaris, Dewan Direksi, dan para pejabatnya menyadari, setiap penghasilan yang diterima, harus dibersihkan melalui zakat, infaq, dan sedekah.

Rasulullah saw menegaskan: ”Bentengi hartamu dengan zakat, obatilah penyakitmu dengan sedekah, dan bersiaplah menghadapi ujian (Allah) dengan doa” (Riwayat al-Thabrani).

Bagian dari muhasabah, introspeksi diri, dan membangun kesalihan sosial seluruh keluarga besar Bank Jateng, adalah menyisihkan sebagian rizki.

Karena dengan membayar zakat dan beramal sosial lainnya, harta yang kita konsumsi menjadi bersih, halal, juga akan mendatangkan keberkahan.

Semoga ke depan antara UIN Walisongo yang berusia 47 tahun dan Bank Jateng yang 54 tahun dapat bekerja sama lebih erat lagi, dalam mengemban visi dan misi bersama untuk memberdayakan masyarakat Jawa Tengah.

Jawa Tengah ini membutuhkan sumber daya manusia yang berintegritas, yang makmur berkeadilan, dan adil berkemakmuran.

Karena itu, kemitraan dan silaturahmi antara perguruan tinggi untuk melahirkan SDM yang berkualitas dan Bank Jateng juga membutuhkan SDM yang kompeten, memiliki keterampilan, dan berintegritas tinggi, dan memiliki keunggulan kompetitif.

Selamat Dies Natalis Ke-47 UIN Walisongo, selamat berulang tahun ke- 54 Bank Jateng, warga Jawa Tengah terus menanti kiprah dan darma baktimu. Semoga warga Jateng makin bahagia dan sejahtera. (Sumber: Suara Merdeka, 06 April 2017)

Tentang penulis:

Ahmad Rofiq, Direktur Pascasarjana UIN Walisongo dan Ketua Dewan Pengawas Syariah Bank Jateng

Iklan


ISSN 1979-9373
ISSN GagasanHukum.WordPress.Com

ARSIP

STATISTIK PENGUNJUNG

  • 1,710,810 hits
April 2017
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

%d blogger menyukai ini: