Memahami Teknologi Pangan Dalam Sistem Pembayaran

 

Oleh Achmad Deni Daruri

Mungkin banyak yang akan bertanya apa hubungannya teknologi pangan dengan sistem pembayaran. Kalau dilihat sekilas, mungkin memang tak terlihat jelas.

Namun kalau kita selisik maka akan terlihat hubungan antara teknologi pangan dan sistem pembayaran. Ekonom tersohor Kenneth Arrow mungkin tidak membahas kaitan antara teknologi pangan dan sistem pembayaran. Namun, ia sebetulnya membahas keterkaitan tersebut melalui penyelesaian pasar dari beragam pasar yang ada.

Arrow juga mengatakan bahwa kebijakan publik akan membuat penyelesaian melalui pasar akan semakin sempurna. Salah satu contoh negara yang memiliki basis teknologi pangan yang kuat adalah Australia, dan negara ini juga memiliki sistem perencanaan ekonomi yang pada gilirannya berpengaruh positif dalam pembangunan sistem pembayaran mereka yang mengaitkan pengembangan teknologi pangan, sistem pembayaran dan pendidikan nasional.

Spesialisasi bidang teknik pertanian mencakup banyak hal mengenai desain proses dan alat mesin bidang pertanian. Pertanian dalam arti luas adalah kegiatan memanen sinar matahari untuk dimanfaatkan bagi kesejahteraan umat manusia dan lingkungan.

Hal ini berarti mencakup budidaya tanaman pertanian, peternakan, perikanan, pemrosesan hasil pertanian, hingga produk hasil pertanian siap dikonsumsi masyarakat.

Namun tanpa dukungan sistem pembayaran maka perkembangan perekonomian berbasis spesialisasi teknik pertanian tidak akan berkembang dengan baik.

Dalam konteks ini maka silabus perkuliahan teknologi pangan seyogianya juga membahas sistem pembayaran yang berkaitan dengan teknologi pangan. Di pihak lain pengembangan sistem pembayaran dapat mencontoh teknologi pangan.

Misalnya memperbanyak teknologi pembayaran dengan menganalogikan teknik pangan seperti jaringan kultur. Metode perbanyakan tanaman secara in vitro dapat dilakukan melalui tiga cara, yaitu melalui perbanyakan tunas dari mata tunas apikal, melalui pembentukan tunas adventif, dan embriogenesis somatis, baik secara langsung maupun melalui tahap pembentukan kalus.

Sistem pembayaran juga dapat dikembangkan melalui banyak cara sehingga menghasilkan semakin banyak instrumen pembayaran. Ada beberapa tipe jaringan yang digunakan sebagai eksplan dalam pengerjaan kultur jaringan.

Pertama adalah jaringan muda yang belum mengalami diferensiasi dan masih aktif membelah (meristematik) sehingga memiliki kemampuan regenerasi yang tinggi.

Jaringan tipe pertama ini biasa ditemukan pada tunas apikal, tunas aksiler, bagian tepi daun, ujung akar, maupun kambium batang. Tipe jaringan yang kedua adalah jaringan parenkima, yaitu jaringan penyusun tanaman muda yang sudah mengalami diferensiasi dan menjalankan fungsinya.

Contoh jaringan tersebut adalah jaringan daun yang sudah berfotosintetis dan jaringan batang atau akar yang berfungsi sebagai tempat cadangan makanan.

Pola-pola inilah yang bisa diadaptasi ke dalam pembangunan sistem pembayaran yang dapat diandalkan. Jaringan sistem pembayaran bernilai besar tentu menuntut investasi yang berbeda dengan sistem pembayaran retail.

Namun berbeda dengan teknologi pangan, sistem pembayaran retail tidak dapat ditambahkan ”hormon” untuk menghasilkan sistem pembayaran bernilai besar.

Begitu pula sebaliknya dalam rangka menciptakan sistem pembayaran retail dengan mengurangi ”hormon” sistem pembayaran bernilai besar. Yang diperlukan adalah sistem pembayaran yang terbuka dan fleksibel baik untuk sistem pembayaran bernilai besar dan sistem pembayaran retail.

Misalnya Hong Kong mengembangkan cek elektronik untuk membantu menciptakan sinergi dengan pengembangan teknologi pangan di China melalui Shenzhen dan Guangzhou. Sejak 1990, ekonomi riil Australia tumbuh rata-rata 3,3% per tahun.

Nilai GDP Australia pada 2006-2007 sedikit di atas USD1 triliun, menjadikannya ekonomi terbesar ke-13 secara keseluruhan di dunia dan terbesar ke 10 di antara ekonomi industri.

Sebagai hasil diversifikasi besar basis ekspor Australia, negara ini kini tidak hanya pengekspor komoditas (termasuk pertanian), namun juga memiliki industri pabrikan (teknologi pertanian) dan jasa yang canggih yang didukung oleh sistem pembayaran yang canggih.

Kajian OECD baru-baru ini memperlihatkan Australia sebagai salah satu dari enam pemain ekonomi baru dengan pertumbuhan tercepat. Australia tangguh dalam infrastruktur dan inovasi teknologi informasi dan komunikasi (ICT).

Australia juga memiliki lingkungan ekonomi dan peraturan yang kondusif untuk bisnis dan angkatan kerja yang terdidik serta terlatih baik. Investasi ICT Australia menurut persentase produk domestik bruto (GDP) adalah ketiga tertinggi di antara negaranegara OECD.

Bank sentral (Reserve Bank of Australia) telah menemukan hubungan langsung antara belanja ICT dan pertumbuhan produktivitas Australia yang kukuh.

Kehadiran perdagangan daring (e-commerce) diperkirakan akan menambah 2,7% pertumbuhan GDP Australia dalam jangka waktu sepuluh tahun mendatang.

Upaya Indonesia untuk mengundang perguruan tinggi Australia supaya membuka kampus di Indonesia sudah selayaknya harus didukung sehingga Indonesia bisa belajar dari Australia, khususnya dalam bidang teknologi pangan dan kaitannya dengan pembangunan sistem pembayaran.

Sistem pendidikan Australia berstandar tertinggi dan menikmati pengakuan internasional. Sekolah wajib di seluruh Australia, yang memberikan sumbangsih pada tingkat melek huruf 99%. Sekolah-sekolah mengembangkan keterampilan dan kepercayaan diri para pelajar.

Lulusan universitas Australia unggul pada penelitian dan inovasi terdepan; serta pendidikan kejuruan dan teknik memajukan sektor industri yang sedang berkembang pesat.

Australia juga salah satu penyelenggara pendidikan dan pelatihan terdepan di dunia bagi pelajar internasional, termasuk pelatihan bahasa Inggris.

Lebihdari 400.000pelajardari sekitar 200 negara menerima pendidikan Australia setiap tahun. Kursus ditawarkan baik di Australia maupun di luar negeri.

Sistem pendidikan dan pelatihan Australia tunduk pada pengkajian ulang dan kendali berkelanjutan dari pemerintah, industri, dan badan-badan profesional untuk mempertahankan dan meningkatkan standarnya yangsudahtinggi.

Jaminanmutu di pendidikan tinggi Australia berdasarkan pada kemitraan kukuh antara sektor pendidikan tinggi dan pemerintah Australia, pemerintah negara bagian, dan teritori.

Kemitraan ini menjamin standaryangkonsistensecara nasional dalam pemberian persetujuan dan akreditasi, pengawasan luar, dan audit mutu independen.

Dari contoh Australia ini, kita bisa melihat hubungan pengembangan teknologi pangan, sistem pembayaran dan pendidikan adalah setali tiga uang! (Sumber: Koran Sindo, 16 Maret 2017)

Tentang pnulis:

Achmad Deni Daruri President Director Center for Banking Crisis

Iklan


ISSN 1979-9373
ISSN GagasanHukum.WordPress.Com

ARSIP

KLIK TERTINGGI

  • Tidak ada

STATISTIK PENGUNJUNG

  • 1,696,056 hits
Maret 2017
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

%d blogger menyukai ini: