Realisasi Janji Kampanye

Oleh Sifa Unikmah

Kontestasi pilkada telah usai pada Rabu (15/2) lalu. Selain beberapa daerah yang masih akan menggelarnya pada putaran kedua, ada juga di daerah lain telah nyata me miliki pemimpin baru.

Pilkada men jadi lahan tanam untuk menuai hasil panen yang mak simal. Ibarat se buah pro ses dalam mena nam, memilih pemimpin ibarat me milih benih tanaman.

Jika dalam tanaman kua litas benih menjadi prio ritas utama, maka dalam sosok pemimpin kapasitas dan kapabilitaslah yang kemudian di jadikan rujukan.

Dalam perjalan annya, benih tersebut akan diolah dan dirawat dengan baik manakala telah ditanam, hingga akhir – nya dapat memanen hasil terbaik dari benih terbaik.

Kemudian dalam hal pemimpin, tentu saja pemimpin akan bekerja sesuai dengan aturan dan program kerja. Rakyat se bagai pemilih benih, idealnya men jadi pengawal dan siap memberi kritik an atas kinerja yang dijalankan pemimpin.

Hingga final nya adalah ter ciptanya sebuah ke makmuran di da erah dan tentu saja rakyatnya. Begitu lah hasil pa nenyangdiharapkan pada kon testasi pilkada ini.

Kini, pilkada itu belum sepenuhnya selesai. Pertarungan memperebutkan kursi itu masih memanas di beberapa daerah.

DKI Jakarta, misalnya, putaran kedua akan digelar di Jakarta mengingat ketiga calon belum memenuhi 50% suara sesuai aturan yang ada.

Sengketa-sengketa pascapilkada pun tentu masih ada, se perti munculnya dugaan ke curangan, kekerasan, dan banyak lagi. Hawa panas pun masih terasa menyengat. Adu gagasan di medsos bukan tidak mungkin tidak bergelora.

Tim sukses masingmasing paslon akan men deklarasikan bahwa golongan me rekalah yang benar atas perkara yang ada. Sementara di pihak sebelah pun tak jauh beda.

Tak ada yang mengaku kalah atau salah. Banyak yang berdalih bahwa ini perjuangan yang belum usai, siapa yang menjadi pemenang sejati akan ditentu kan oleh hukum. Jadi tidak ada salahnya diperjuangkan sampai mati.

Namun yang perlu dicermati bahwa pilkada sekali lagi bukan soal pemenangnya, jauh dari itu pilkada ini menjadi sebuah harapan, harapan akan kemajuan daerah.

Hasil yang sudah ada tentang paslon yang menang perlu diterima. Bukan waktunya lagi memaksakan kemenang an untuk yang tak menang. Lapang dada perlu dibangun sebagai sebuah bukti pemimpin sejati.

Pada dasarnya daerah bukan hanya milik pemim pinnya, melainkan milik ber sama. Semua pihak bertanggung jawab untuk menjadikan daerah menjadi lebih maju.

Jadi menjadi pendukung peme rintah atau menjadi pengawal pemerintahan itulah sikap kesatria yang perlu dibangun kini. Fokus utama kini adalah pada kemajuan daerah. Janji-janji yang sempat terucap pada proses debat kandidat.

Janji-janji yang sempat terlontarkan pada saat proses blusukan. Pada masa kampanye, umbar janji menjadi sebuah tradisi. Tradisi untuk sosialisasi sekaligus untuk menarik simpati. Tak bisa dimungkiri bahwa motif dari penyampaian janji-janji tersebut akan berbuah pada dukungan kala pencoblosan.

“Jika nanti saya terpilih, saya akan…” begitulah kira nya kalimat yang banyak digunakan para paslon kala kampanye. Kini, setelah semua harapan itu terpenuhi.

Artinya kemenang an sudah di tangan, kursi sudah bisa diduduki, jabatan sudah bisa dijalankan, maka realisasi janji menjadi sebuah misi pertama.

Itu yang menjadi bukti bahwa kata bukan hanya sebatas kata tanpa makna. Itu sebagai bukti dari buah amanah yang diberikan. Itu pula sebagai bukti kemajuan demokrasi negeri.

Rakyat menunggu kerja nyata pemimpin baru. Ekonomi daerah yang masih belum maksimal menunggu untuk di maksimalkan. Pendidikan yang belum merata, menunggu untuk diratakan.

Fasilitas umum yang belum diperhatikan, menunggu untuk diperhatikan. Semua menunggu, menunggu realisasi janji pemimpin baru. Karena pilkada bukan sekedar memilih pemimpin yang banyak mengumbar janji.

Bukan janji yang ditunggu rakyat. Melainkan realisasi nyata yang banyak men j adi wacana tersebut. Wallahu aílam bi alShawab . (Sumber: Koran Sindo, 03 Maret 2017)

Tentang penulis:

Sifa Unikmah Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Walisongo Semarang

 

Iklan


ISSN 1979-9373
ISSN GagasanHukum.WordPress.Com

ARSIP

STATISTIK PENGUNJUNG

  • 1,653,547 hits
Maret 2017
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

%d blogger menyukai ini: