Menaruh Harapan pada Gubernur Terpilih

Oleh Riswandi

Pilkada serentak telah dilaksanakan, hasil hitung cepat telah diumumkan, dan real count masih dalam perhitungan.

Pada Pilkada DKI Jakarta untuk sementara pasangan Ahok-Djarot unggul, disusul pasangan Anies-Sandi lalu Agus-Silvy.

Pilkada berlangsung dengan aman dan damai. Dalam pelaksanaan pilkada ada banyak harapan yang harus diwujudkan oleh gubernur terpilih, khususnya di Jakarta.

Jakarta adalah Ibu Kota Indonesia dan menjadi pusat pemerintahan. Tentu saja ada banyak yang harus dibenahi. Harapan semua warga Jakarta adalah Jakarta lebih baik. Lebih baik yang seperti apa, yaitu yang bebas dari macet, banjir, kemiskinan, dan kriminal.

Sudah terlalu lama warga Jakarta merasakan kemacetan, banjir, kemiskinan, dan tindakan kriminal. Di jalan raya Jakarta- Bogor di sekitar Pusat Grosir Cililitan, masih terjadi genangan air ketika hujan mengguyur, para pedagang dan pengendara motor terganggu dengan banjir tersebut.

Banjir juga membuat jalan raya menjadi padat, sering sekali terjadi macet yang sangat panjang dari Pasar Kramat Jati sampai di depan UKI.

Warga sekitar berharap segera ada perbaikan terhadap jalan raya tersebut sehingga perjalanan menjadi lancar dan pedagang bisa berjualan kembali seperti biasa tanpa harus berpindah-pindah, bahkan menutup dagangan.

Kasus itu adalah salah satu contoh yang harus diperbaiki oleh gubernur ke depan. Harapan besar untuk mengubah Kota Jakarta menjadi kota yang lebih baik, yang bebas dari banjir, macet, kemiskinan, dan kriminal ada ditangan gubernur.

Gubernur terpilih memiliki tanggung jawab yang sangat besar untuk mewujudkan harapan tersebut. Gubernur memiliki kewenangan untuk membuat kebijakan dalam mengatasi hal tersebut.

Beberapa cara yang telah dilakukan Gubernur DKI Jakarta untuk mengatasi masalah banjir adalah normalisasi kali dan sudah mampu mengurangi beberapa titik banjir di Jakarta.

Persoalan lain yang menjadi harapan warga Jakarta agar gubernur segera mewujudkan harapan tersebut adalah mengurai kemacetan.

Kita tentu sudah tahu bahwa macet di Jakarta sangatlah buruk, bahkan masuk 10 besar kota termacet di dunia. Langkah pemerintah dalam mengatasi kemacetan salah satunya adalah pemberlakuan ganjil-genap bagi kendaraan roda empat. Namun, kebijakan tersebut menimbulkan pro-kontra di masyarakat.

Ada yang mengatakan bahwa kebijakan tersebut bagus, tetapi banyak juga yang mengatakan kebijakan tersebut belum optimal karena kebijakan tersebut hanya berlaku di jalan-jalan yang berada di sekitar pusat pemerintahan Jakarta, tidak berlaku di seluruh wilayah Jakarta.

Tentu saja semua itu harus dilaksanakan dengan berbagai macam kajian dan diskusi sehingga mendapatkan solusi yang paling optimal untuk mengatasi kemacetan.

Dua hal tersebut merupakan harapan besar yang diidamkan oleh warga Jakarta, karena setiap hari warga Jakarta bekerja harus menggunakan kendaraan untuk cepat sampai di tempat kerja, menggunakan kendaraan untuk sampai ke sekolah.

Gubernur harus segera mewujudkan harapan besar tersebut agar warga Jakarta dapat beraktivitas dengan normal dan lancar sehingga kesejahteraan warga Jakarta semakin baik.

Dengan terwujudnya harapan tersebut maka Jakarta akan menjadi kota yang lebih baik dan akan menjadi kota yang indah, aman, dan sejahtera.

Jakarta yang maju akan meng-undang banyak wisatawan asing dari berbagai negara untuk datang ke Jakarta sehingga devisa negara akan meningkat.

Semua itu akan terwujud kalau gubernur yang terpilih benar-benar serius mewujudkan harapan besar warga Jakarta. (Sumber: Koran Sindo, 20 Februari 2017)

Tentang penulis:

Riswandi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Jakarta

Iklan


ISSN 1979-9373
ISSN GagasanHukum.WordPress.Com

ARSIP

STATISTIK PENGUNJUNG

  • 1,696,693 hits
Februari 2017
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728  

%d blogger menyukai ini: