Posts Tagged 'KUHAP'

Memaknai KUHAP

Oleh Laode Muh Syahartian

Sidang perdana kasus Antasari Azhar mulai digelar di Pengadilan Negeri Banten.Kasus yang telah banyak menyita perhatian media dan publik seantero negeri ini. Publik memang sangat menanti-nantikan kasus ini dikarenakan rasa penasaran untuk mengetahui sejauh mana keterlibatan Sang Tokoh yang pernah memimpin KPK dan juga seorang Jaksa yang masih aktif.

Dalam sidang perdananya dengan agenda pembacaan surat dakwaan,Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Sang Tokoh tersebut dengan dakwaan pasal 55 ayat (1) Ke 1 KUHP Yo. Pasal 55 ayat (1) ke 2 KUHP Yo. psl 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan penyertaan dalam delik dalam kasus pembunuhan Nasruddin Zulkarnaen( kasus ini tidak berdiri sendiri ada beberapa terdakwa lainnya turut serta melakukan pembunuhan disidang secara terpisah). Kasus pembunuhan ini ditengarai bermotif permainan asmara atau cinta segitiga antara Terdakwa dan korban Nasruddin Zulkarnaen Almarhum dengan R( inisial) istri siri Nasruddin Zulkarnaen Almarhum.

Dalam sidang perdanannya Terdakwa Antasari Azhar melakukan interupsi dan meminta kepada ketua majelis hakim untuk mengajukan keberatan atas surat dakwaan jaksa,semntara jaksa sedang membacakan surat dakwaan.Ketika Jaksa Penuntut Umum selesai membacakan surat dakwaan giliran majelis menanyakan kepada terdakwa yang intinya apa terdakwa mengerti dengan isi surat dakwaan Penuntut Umum,namun terdakwa menjawab tidak mengerti ,Majelis hakim memerintahkan kepada penuntut umum untuk membacakan kembali atau setidaknya menjelaskan kepada terdakwa bahwa maksud surat dakwaan tersebut.

Sepintas adegan kasus ini mirip dengan praktek mahasiswa hukum semester VI mata kuliah PLKH ( Pendidikan Latihan Kemahiran Hukum ). Para dosen pembina mata kuliah ini telah mengajarkan kepada mahasiswa tentang tata urutan beracara dimuka persidangan lengkap dengan bahasa standar yang dipakai dimuka persidangan.Dan semua mahasiswa pasti sudah tahu dan paham betul kalau hukum acaranya seperti itu Sesuai dengan azas yang tertuang dalam KUHAP peradilan cepat ,sederhana, dan biaya ringan.

Namun ironis,apabila terdakwa Antasari Azhar yang tidak lain seorang Jaksa Aktif dihadapkan dimuka persidangan dengan agenda memdengar pembacaan surat dakwaan tidak mengerti mengenai isi surat dakwaan penuntut umum bahkan meminta kepada majelis hakim agar dalam kasus yang menimpa dirinya harus dipersepsikan dengan pemahaman yang sama antara dirinya atau setidaknya dengan para Penasihat hukumnya dengan Jaksa selaku Penuntut Umum.KUHAP memposisikan dari sudut pandang yang berbeda antara Jaksa selaku penuntut umum yang mewakili kepentingan negara atau publik (sudut pandang subjektip dari posisi yang objektip )dengan Penasihat Hukum yang mendampingi dan memperjuangkan hak-hak terdakwa dari sisi pembelaan (sudut pandang objektip dari posisi yang subjektip). Bukankah masalah surat dakwaan sudah menjadi sarapan pagi sehari-hari bagi para jaksa seantero negeri ini .

Ada beberapa parameter hukum yang dapat dijadikan kesimpulan sehingga terdakwa Antasari Azhar tidak mengerti isi surat dakwaan atau mungkin sengaja atau berpura-pura tidak mengerti isi surat dakwaan sebagaimana yang diutarakan penuntut umum dimuka persidangan dengan suara yang keras“. Bahwa Saudara Terdakwa tidak mungkin tidak memahami isi surat dakwaan atau saudara Terdakwa berpura-pura tidak mengerti isi surat dakwaan. SaudaraTerdakwa adalah mantan jaksa berpendidikan S-2 Hukum “ demikian argumentasi Jaksa terhadap sIkap Antasari di muka persidangan.

Pertama, Antasari Azhar selama ini telah diberondong oleh media dengan pemberitaan dirinya terhadap kasus pembunuhan Nasruddin Zulkarnaen dan media seakan-akan telah mengarahkan dirinya sebagai pelaku kejahatan yang sesungguhnya (Trial by Press). Kedua, Antasari Azhar ingin mengajak publik bahwa marilah kita menghargai azas Praduga Tak Bersalah ( Presumption of Innocent) azas yang tertuang dalam KUHAP.

Ketiga, isi Surat Dakwaan dengan pasal pembunuhan Berencana (340 KUHP) bersama dengan delik penyertaan yang diwarnai dengan permainan asmara segitiga atau perselingkuhan( bukan istilah hukum). Atau setidaknya mengajak melakukan perbuatan zina /over spel ( istilah hukum) dengan R(inisial) istri siri Nasruddin Zulkarnaen Almarhum adalah perbuatan yang merendahkan harkat dan martabat dirinya dan keluargannya dimata umum (aib bagi keluarga dan aib seumur hidup)

Kebenaran Materiil
Tujuan hukum acara pidana yang tertuang dalam KUHAP adalah untuk mencari kebenaran Materil dalam arti kebenaran yang sesungguhnya siapa pelaku kejahatan yang sesungguhnya. Dalam mencari kebenaran materil semua pihak Hakim, Jaksa, Penasihat Hukum atau pengacara sama-sama mencari kebenaran materil. Namun sudut pandang antara Jaksa dan sudut pandang Penasihat Hukum atau pengacara berbeda. Jaksa dari sudut pandang Penuntutan, sedangkan Penasihat Hukum atau pengacara dari sudut pandang pembelaan.

Sehingga sudut pandang antara Jaksa dan Penasihat Hukum tidak boleh diposisikan sama atau harus dipersepsikan sama seperti keinginan terdakwa Antasari Azhar. Sedangkan Hakim dari sudut pandang memeriksa , mengadili dan memutus, namun harus terikat dengan alat bukti sah yang diajukan di muka persidangan (pasal 184 KUHAP). Hakim dalam memutus sebuah perkara pidana harus terikat dengan alat-alat bukti tersebut. Menurut pasal 184 KUHAP alat bukti sah tersebut adalah:

a. Keterangan Saksi

b. Keterangan Ahli .

c. Surat.

d. Petunjuk.

e. Keterangan Terdakwa

Sehingga dengan alat bukti tersebut diatas Hakim harus yakin ( minimal dua alat bukti pasal 183 KUHAP ) bahwa Si A atau Si B lah pelaku tindak pidana. Hakim, Jaksa ,Penasihat Hukum tidak boleh keluar dari koridor surat dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa pada sidang pertama .KUHAP sangat menjunjung tinggi hak-hak terdakwa dan terdakwa harus dalam keadaan bebas dalam mengajukan dali-dalil pembelaan di muka persidangan.

Dari sudut pandang Hak asasi manusia KUHAP memposisikan hk-hak terdakwa dalam barisan terdepan yang harus dihormati dijunjung tinggi dan dihargai pada setiap tingkat pemeriksaan baik ditingkat penyidikan maupun ditingkat pemeriksaan dimuka persidangan. Bukankah KUHAP adalah karya Agung Bangsa ini yang dilahirkan untuk menjunjung tinggi hak-hak asasi manusia.

Semoga saja Jaksa dapat membuktikan surat dakwaannya ,namun apabila dakwaan jaksa tidak dapat dibuktikan maka Antasari Azhar harus dibebaskan dari segala dakwaan dan hukum harus merahabilitasi nama baik dan kehormatanya. Lebih baik membebaskan seribu orang yang bersalah dari pada menghukum satu orang yang tidak bersalah. Keadilan adalah milik semua orang, Keadilan dan hukum harus ditegakan sekalipun langit akan runtuh esok.

Tentang Penulis :
Laode Muh Syahartian SH MH, akademisi, mantan dekan Fakultas Hukum Universitas Putra Bangsa sekarang Universitas Pelita Harapan Surabaya. Kontak person: 081 331 87083



ISSN 1979-9373
ISSN GagasanHukum.WordPress.Com

ARSIP

STATISTIK PENGUNJUNG

  • 1,434,942 hits
Juli 2014
S S R K J S M
« Jun    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 75 pengikut lainnya.