Pengelolaan Dana Infrastruktur

Oleh Alwin Basri

Dalam dimensi otonomi daerah, konsep money follow function mengondisikan komitmen pemda mengalokasikan anggaran untuk pembangunan infrastruktur menjadi makin penting. Pembangunan infrastruktur, terutama jalan raya dan jembatan, mensyaratkan ketercukupan anggaran.

Melihat kondisi keuangan Pemprov Jateng, besar anggaran yang tersedia dalam APBD belum bisa menyelesaikan persoalan kerusakan jalan raya dan jembatan di seluruh wilayah provinsi ini. Namun tahun 2013 ada peningkatan alokasi belanja daerah untuk jalan dan jembatan.

Fakta itu tercermin dalam peningkatan belanja daerah pada Dinas Bina Marga, satuan kerja perangkat daerah (SKPD), yang berkompeten.

Belanja daerah dinas itu meningkat Rp 205.009. 578.000 (45,72%) dari belanja 2012, yaitu dari Rp 448.404. 768.000 menjadi Rp 653.414.346. 000. Persentase peningkatan itu ketiga terbesar dari semua SKPD pemprov.

Melihat rencana alokasi, pemanfaatan dana itu tepat mengingat 83,6% dari belanja tersebut memang dialokasikan untuk program yang berkaitan langsung dengan peningkatan kualitas. Program rehabilitasi jalan dan jembatan mendapat alokasi Rp 27.164.8441.00; peningkatan jalan dan penggantian jembatan Rp 281.716.617.000, serta peningkatan sarpras Kebinamargaan Rp 10.950. 000.000.

Namun peningkatan itu juga perlu menjadi perhatian publik mengingat tahun 2013 menjadi tahun politik Jateng terkait dengan Pilgub pada 26 Mei mendatang. Artinya, jangan sampai peningkatan alokasi anggaran bagi pembangunan infrastruktur diarahkan untuk kepentingan politik tertentu.

Pengarahan anggaran harus fokus pada meningkatkan kualitas jalan dan jembatan. Meskipun harus diakui dibandingkan dengan provinsi-provinsi lain, persentase anggaran untuk jalan dan jembatan di Jawa Tengah relatif masih rendah.

Dalam hal perhatian publik, menjadi fenomena ketika peningkatan alokasi anggaran pada program-program populis makin menguat ketika daerah dihadapkan pada momentum politik.

Terlebih lagi bila kepala daerah memiliki kesempatan dan keinginan untuk kembali maju dalam pilkada.

Risiko Besar

Pembangunan infrastruktur pun kemudian dapat menjadi bagian dari upaya peningkatan popularitas sekaligus elektabilitas incumbent, terlebih ketika distribusi peningkatan pembangunan infrastruktur hanya diarahkan pada wilayah-wilayah tertentu.

Melalui pemberikan anggaran perbaikan infrastuktur yang lebih besar pada wilayah-wilayah tertentu, kepala daerah akan memperoleh simpati publik yang berlebih.

Jika dari perspektif alokasi perencanaan belanja sudah tepat, persoalannya kemudian bagaimana be-lanja tersebut diimplementasikan. Sa-lah satu persoalan dalam sistem pembangunan kita adalah kekurangsinkronan antara perencanaan dan implementasi sehingga menimbulkan kesenjangan antara harapan dan kenyataan.

Perencanaan yang sebenarnya baik kadang kurang linier dengan implementasi di lapangan.

Persoalan berikutnya adalah risiko kebocoran dalam implementasi. Makin besar anggaran yang dialokasikan maka makin besar pula risiko itu, dari proses pelelangan hingga kualitas produk yang tak sesuai dengan perencanaan.

Dampak yang kemudian timbul adalah kualitas infrastruktur yang berbeda dari yang direncanakan. Kondisi tersebut membawa efek do-mino yang cukup me-rugikan, baik bagi ang-garan daerah maupun masyarakat.

Bagi anggaran daerah, kondisi itu tentu makin meningkatkan beban anggaran rehabilitasi atau pemeliharaan pada tahun mendatang, dalam arti makin mengurangi alokasi anggaran bagi wilayah lain.

Usia konstruksi yang relatif pendek juga membuat masyarakat sering mengalami gangguan karena ada intensitas tinggi perbaikan di lokasi yang sama.

Pada tataran itulah peningkatan alokasi anggaran jalan dan jembatan di Jawa Tengah harus dibarengi dengan manajemen belanja daerah yang baik dan konsisten.

Publik berharap penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas, disiplin, efektivitas, dan efisiensi anggaran. (Sumber: Suara Merdeka, 13 Desember 2012)

Tentang penulis:
Alwin Basri, anggota Komisi D DPRD Jateng, Fraksi PDI Perjuangan

About these ads


ISSN 1979-9373
ISSN GagasanHukum.WordPress.Com

ARSIP

STATISTIK PENGUNJUNG

  • 1,432,960 hits
Desember 2012
S S R K J S M
« Nov   Jan »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 75 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: