Strategi Cabup Temanggung

Oleh Andy Yoes Nugroho

Ruang politik dalam konteks demokrasi adalah sarana aktualisasi program kebijakan. Pilkada merupakan bagian vital, dan karena itu, kepala daerah di Jateng, baik gubernur maupun bupati/ wali kota, wajib memiliki landasan kerja (visi, misi, dan program) dan bekal spiritual/ roh kinerja supaya landasan kerja bisa terealisasi.

Mula-mula harus dipahami secara mendasar, visi merupakan paradigma dasar, sedangkan misi adalah landasan fundamental untuk desain gerakan kebijakan. Dari visi misi itulah kita bisa merumuskan target secara filosofis sekaligus praktis melalui detail-detail program.

Secara umum, program merupakan pilar gerak dari implementasi program yang dicanangkan oleh organisasi politik (bagi politikus partai) dan visi misi sebagai basis gerak para kandidat eksekutif (calon gubernur/ calon bupati).

Mengingat demokrasi membutuhkan perangkat organisasi dan juga perangkat aturan dasar, maka laku politik sang aktor harus bersandar pada kolektivitas. Tegasnya, demokrasi (pileg dan pilkada) itu politik rasional berbasis kolektivitas.

Kenyataan di lapangan membuktikan, kebanyakan politikus tak jelas untuk berbuat apa di lembaganya karena kelemahan dalam visi (paradigma politik) dan misi (wujud tugas dari visi). Dalam pilkada juga demikian, banyak kandidat lemah dalam urusan ini.

Ketidakjelasan visi misi harus dinyatakan karena antara keinginan dan kemampuan (baca kecerdasan) tidak sejalan. Keinginan berkuasa terlalu tinggi, tetapi kecerdasan sang kandidat tidak mendukung. Kelemahan itu bisa dilihat dari nilai lebih visi misi, dan program yang tidak terukur sehingga memunculkan banyak janji palsu.

Dari realitas itu, kita bisa melihat karakter politik yang tak sehat. Beberapa bukti ketidaksehatan politik itu adalah ketidakmampuan para aktor mengeksekusi program yang dijanjikan semasa kampanye. Benar bahwa saat menjabat akan terjadi kebutuhan untuk berkompromi.

Sejatinya kompromi bukan hal yang haram. Persoalannya, kompromi itu harus dilakukan atas dasar negosiasi untuk menghasilkan mufakat sehingga sejak dari awal pencanangan visi, misi, dan program hingga target tidak terbengkalai.

Pada konteks kampanye pilkada maka mesin organisasi, baik partai maupun nonpartai, harus aktif. Sayang, mesin partai kadang impoten karena antara elite partai dan basis massa terputus oleh kepentingan pragmatis.

Menjadi sebuah kebutuhan, para kandidat yang ingin memenangi kompetisi politik, yang bertujuan demi kemaslahatan rakyat, harus berani melepaskan ketergantungan dari partai. Mesin partai hanya bisa dipercaya manakala pengurus partai serius bergerak.

Ajang Penawaran

Benar bahwa kegiatan politik butuh uang tetapi uang bukan segalanya. Sudah banyak pengalaman membuktikan, kandidat yang hanya mengandalkan uang untuk konsolidasi, tetap gagal. Kegagalan mereka bisa jadi karena lemah penawaran program yang dibutuhkan rakyat.

Di Jateng pada 2008, duet Bibit Waluyo-Rustriningsih memenangi pilgub bukan karena uang melainkan dukungan popularitas dan peranan konsolidasi mesin partai/ organisasi pendukung. Mendasarkan pengalaman hampir serupa, duet Hasyim Afandi-Budiarto memenangi Pilbup Temanggung karena kekuatan program antikorupsi diikuti soliditas kerja kolektif tim pengusung.

Bagaimanapun pilkada merupakan ajang penawaran. Terkait Pilbup Te-manggung pada 26 Mei 2013, tawarkan program yang bagus, dalam arti sesuai dengan kebutuhan rakyat. Selain itu, mendapat kepercayaan penuh, dalam arti tidak berbohong dan bombastis, serta gagasannya benar-benar sampai ke calon pemilih. Jika tiga komponen ini tidak dipenuhi, barangkali memang politik uang atau popularitas an sich yang akan menyelesaikan. (Sumber: Suara Merdeka, 27 Nopember 2012)

Tentang penulis:
Andy Yoes Nugroho, warga Temanggung, pemerhati sosial politik Perkumpulan Pijar Indonesia, alumnus FISIP Unas Jakarta

About these ads


ISSN 1979-9373
ISSN GagasanHukum.WordPress.Com

ARSIP

STATISTIK PENGUNJUNG

  • 1,434,171 hits
November 2012
S S R K J S M
« Okt   Des »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 75 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: