Spirit Perjuangan Pahlawan

Oleh Saan Mustopa

Setiap tanggal 10 November 2012, kita memperingati peristiwa yang sangat bersejarah dalam perjalanan perjuangan bangsa, yaitu Hari Pahlawan.

Setiap tanggal 10 November 2012, kita memperingati peristiwa yang sangat bersejarah dalam perjalanan perjuangan bangsa, yaitu Hari Pahlawan.

Peringatan Hari Pahlawan ini mengambil momentum peristiwa berdarah- darah ketika Mayor Jenderal Robert Mansergh, pengganti Brigadir Jenderal Mallaby yang terbunuh sebelumnya, memberi ultimatum kepada para pemimpin dan rakyat Indonesia untuk meletakkan senjata dan menyerahkan diri. Batas ultimatum adalah pukul 6.00 pagi tanggal 10 November 1945. Tapi sampai batas waktu yang telah ditentukan, ultimatum tersebut tidak digubris, bahkan ditolak para pimpinan dan rakyat Indonesia dengan melakukan perlawanan senjata.

Para pemuda kita waktu itu mengorganisasi diri untuk melakukan perlawanan.Akhirnya pecahlah perang dan konfrontasi senjata yang telah mengakibatkan banyaknya para pejuang kita yang tewas berguguran dalam konfrontasi tersebut. Peristiwa heroik lainnya yang bisa dijadikan inspirasi atas nilai-nilai kepahlawanan adalah peristiwa Bandung Lautan Api, yang terjadi pada tanggal 24 Maret 1946.

Saat itu, pihak Sekutu mengeluarkan ultimatum kepada rakyat Indonesia yang memegang dan masih menyimpan senjata agar harus sudah meninggalkan seluruh Bandung. Ultimatum ini ditolak karena tidak tercapai kesepakatan waktu yang akhirnya terjadilah peristiwa politik “bumi hangus”. Rakyat Indonesia tidak rela Kota Bandung dimanfaatkan dan dikuasai oleh musuh dan lebih memilih untuk mengungsi ke daerah selatan Kota Bandung bersama para pejuang untuk melakukan perlawanan sembari membumihanguskan bangunanbangunan di Kota Bandung.

Kalau kita membaca dan melihat bukti-bukti sejarah perjuangan bangsa,para penggerak perjuangan bangsa ini baik yang dilakukan secara fisik-militer maupun diplomasi didominasi para pemuda. Dengan usianya yang masih muda,mereka mengorganisasi kekuatan untuk melakukan perlawanan untuk mengusir penjajah.Mereka tidak rela kehormatan dan harga diri bangsa ini dihina dan dicampakkan oleh kaum penjajah.

Perlawanan gigih yang mereka lakukan termasuk harus mengorbankan waktu,pikiran, keluarga, jiwa, raga, bahkan meregang nyawa sekalipun merupakan “warisan spirit” yang harus menjadi nilai-nilai hidup bagi generasi saat ini.Warisan spirit perjuangan itu tidak hanya cukup dikenang, tetapi menjadi inspirasi dan motivasi generasi-generasi saat ini dalam mengarungi perjalanan hidup ke masa depan. Dalam konteks lain yang bisa kita garis bawahi dari perjuangan dan spirit perjuangan para pahlawan bangsa adalah mereka mengambil peran sejarah.

Mereka mengorganisasi perjuangan melawan penjajahan dan memelopori perjuangan pada garis terdepan dengan caranya masing- masing.Caranya bisa berbedasesuaidengankapasitas dan tantangan masing-masing di daerah Bumi Nusantara, tetapi tujuannya sama,yaitu mengusir kaum penjajah dari Bumi Nusantara ini. Adalah kaum muda tidak hanya mengambil peran sejarah, tetapi sekaligus merebut dan menciptakan momentum sejarah,menggalang dan membangun basis dukungan riil di masyarakat untuk melakukan perubahan.

Semua itu tidak mungkin didapat dengan cek kosong tanpa perjuangan, tanpa keringat,tanpa air mata,tanpa kerja keras.Semua itu tidak mungkin datang tiba-tiba dari langit dan jatuh ke bumi atas dasar keibaan Tuhan. Kaum muda sipil adalah pemilik sejarah masa depan. Kaum muda secara kuantitatif adalah populasi dengan jumlah terbanyak dari struktur piramida kependudukan bangsa ini. Kaum muda adalah kelompok yang dinamis dan merasakan betul suasana kebatinanakan dirinya dan tingkat kebutuhannya di masa depan.

Kaum muda harus merasakan dan selalu diajari untuk berdiri di kaki sendiri, menumbuhkan kemandirian yang nyata, dan mau bergerak terus melakukan terobosan-terobosan ide dan program yang bermanfaat bagi masyarakat. Jadi jika ukurannya adalah masa depan itu adalah milik kaum muda,maka kaum muda itulah yang seharusnya mempersiapkan dan dipersiapkan untuk mengambil peran sejarahkepemimpinanbangsaini.

 

Mengapa Kaum Muda Harus Tampil?

Betul bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang plural, beragam suku bangsa, agama, dan budaya.Bangsa ini dengan kompleksitas permasalahannya membutuhkan karakter pemimpin yang kuat, strong leader yang teruji, membutuhkan sikap yang tegas dalam mengambil keputusan-keputusan yang memudahkan untuk dioperasionalkan secara konsisten, tepat sasaran, dan tidak terjebak keragu-raguan.

Bahkan pemimpin itu adalah seorang kesatria yang berani mengambil risiko (risk taker) atas keputusan atau kebijakan- kebijakan pribadi dan institusi yang dipimpinnya, care dan empati atas nasib dan masa depan bangsanya tanpa harus terjebak suasana perasaan galau akan masa depan negeri ini. Seorang yang selalu terdepan dan selalu hadir memberikan inspirasi, memberikan motivasi, dan memberikan teladan yang baik bagi rakyatnya tanpa semata-mata untuk tujuan iklan pencitraan.

Karakteristikpositifpemimpin yang kita butuhkan saat ini, seperti yang kerap disebutkan, adalah pemimpin yang tegas, berani,punya semangat berteman, care,berempati,dan solid. Karakter-karakter positif itu adalah hal yang niscaya dan menjadi syarat siapa pun, apa pun,dan di mana pun karakterkarakter itu diperlukan.Termasuk menjadi syarat sukses di organisasi- organisasi bisnis, organisasi sipil kepemudaan,dan organisasi partai politik.

Apalagi banyak inspirasi ajaran positif yang bisa kita dapatkan dari realitas keberagaman yang ada di negeri ini. Jadi kalau berbicara bahwa bangsa ini membutuhkan karakteristik top leaderdemikian, stok calon pemimpin demikian tidak selamanya lahir dan terlahir dari kalangan militer. Inilah makna penting tidak perlunya ada dikotomi sipil-militer dalam membicarakan kepemimpinan nasional.

Oleh karena itu wacana esensi kepemimpinan muda yang agresif,kreatif,produktif, berani, dan tegas, harus terus digulirkan menjadi sebuah gerakan politik.Gerakan yang menemukan momentumnya di saat yang tepat. Dan sejarah akan mencatat bahwa gerakan kaum muda selalu muncul sebagai yang niscaya karena panggilan sejarah. Bukan sematamata kehadiran kaum muda muncul karena ada kepentingan politik jangka pendek kekuasaan dengan cara memoles diri dan mencitrakan performance yang baik dan belas kasih.

Kaummudahadirkarenasejarah yang memanggilnya. Adalah penting kiranya kita renungkan dan petik pelajaran dari peristiwa demi peristiwa sejarah di masa lalu.Nilai-nilai kepahlawanan seperti nilainilai pengorbanan, sifat, dan sikap mementingkan kepentingan bangsa ketimbang mementingkan kepentingan kelompok, semangat kebersamaan, dan sikap pantang menyerah dalam berjuang adalah merupakan nilai-nilai yang harus kita rawat bersama-sama. (Sumber: Seputar Indonesia, 10 Nopember 2012)

Tentang penulis:
Saan Mustopa, Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat dan Mahasiswa S-3 Ilmu Politik Universitas Indonesia

About these ads


ISSN 1979-9373
ISSN GagasanHukum.WordPress.Com

ARSIP

STATISTIK PENGUNJUNG

  • 1,481,626 hits
November 2012
S S R K J S M
« Okt   Des »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 78 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: