Pilgub DKI dan Pendidikan Politik Rakyat

Oleh Djuwari 

Pilihan Gubernur (Pilgub) di daerah khusus ibukota (DKI) Jakarta merupakan fenomena politk negeri yang sangat mencengangkan public. Ini tidak terjadi hanya di negeri sendiri kecengangan itu. Ini bahkan sempat dibidik oleh Negara lain misalnya Amerika dan Inggris. Sebuah fenomena selama kurun waktu periode reformasi, terdapat gambaran pendidikan politik rakyat yang sudah mulai membaik.

Sudah menjadi sejarah bahwa selama ini rakyat senantiasa senantiasa jadi korban politikus yang tergabung dalam partai politik. Malapetaka sosial terjadi hampir di mana-mana di seluruh nusantara. Hasil pemilu pilkada yang dilakukan secara demokratis dan kepala daerah dipilih langsung oleh rakyat senantiasa menghasilkan pertikaian. Coba saja fakto selama ini

Dengan fenomena yang terjadi di DKI tepatnya pada 20 September 2012 ini, rakyat patut belajar dan merenungkan hasilnya. Ini sekaligus diikuti oleh para politikus di wilayah negeri ini, tidak terkecuali di mana saja berada. Ini menjadikan tanggung jawab para politikus untuk mengambil contoh hasil pilgub DKI sebagai model pembelajaran yang lain. Pendidikan politik untuk rakyat.

Kwajiban pendidikan politik rakyat sebenarnya dibebankan pada partai politik beserta unsur-unsurnya. Simak saja dalam Undang-Undang no 2 Thn 2008 tentang Partai Politik. Dalam Bab XIII pasal 31 ayat (1) dinyatakan, bahwa Partai Politik melakukan pendidikan politik bagi masyarakat sesuai dengan ruang lingkup tanggungjawabnya dengan memperhatikan keadilan dan kesetaraan gender dengan tujuan sebagai berikut:

(a) meningkatkan kesadaran hak dan kwajiban masyarakat dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, (b) meningkatkan partisipasi politik dan inisiatif masyarakat dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, dan (c) meningkatkan kemandirian, kedewasaan, dan membangun karakter bangsa dalam rangka persatuan bangsa dalam rangka memelihara persatuan dan kesatuan bangsa.

Jelas rumusan tersebut mengajak rakyat untuk berpolitik dengan tujuan mengembangkan karakter bangsa. Dalam putaran kedua pilgub DKI, calon inkumben langsung kepada public mengucapkan selamat kepada Jokowi (Joko Widodo). Jokowi yang berasal dari daerah Solo dan mantan pedagang meubel, serta menjadi wali kota Solo diidentikkan sebagai tokoh rendah hati berpawakan ndeso. Namun, pembawaannya yang lugu dan sederhana mampu memikat rakyat DKI.

Di balik itu, ada rival inkumben yang secara terbuka mengakui kekalahannya dan mengucapkan selamat pada Jokowi. Inilah terjadi singkronisasi UU perpoltikan dengan sikap negarawan bagi calon yang kalah dalam pilkada.

Singkronisasi amanat Undang-Undang dengan implementasi nyata lebih diutamakan daripada implementasi secara diskrit. Intinya adalah secara integrated dan menyeluruh isi UU yang dibuat memerlukan pemahaman tuntas para pelaku-pelaku partai. Jika tidak, justru yang terjadi hanya implementasi secara parsial.

Kearifan hasil Pilgup DKI akan mencerminkan pendidikan politik yang semakin baik. Kondisi di atas mencerminkan adanya perkembangan cara pembentukan karakter (character building), khususnya rakyat di DKI. Ketika rakyat sedang gelisah dan memikirkan segala persoalan hidup, maka dibutuhkan pendidikan politik dari sikap politikus dan pemimpin negeri. Dan, inilah mengapa perilaku yang arif dan rendah hati senantiasa memikat rakyat. Jadikanlah sebagai materi pendidikan politik rakyat.

Itu sebabnya, sekarang tinggal menoleh ke pilkada di wilayah lain di seluruh negeri ini. Mampukah mereka membuat rakyatnya simpatik. Mampukah mereka mengejawantahkan nilai-nilai yang dituliskan di dalam rumusan UU no 2 Th 2008, Bab XIII, Pasal 31. Jika, di DKI bisa dilakukan, maka di daerah lain mestinya lebih mudah. Ajaklah menerima dengan legowo dan mendidik rakyat dengan media perilaku politikus dan pemimpin negeri dalam media implementasi politik. (Sumber: IndonesiaPos, 23 September 2012)

Tentang penulis:
Dr Djuwari MHum, Dosen STIE Perbanas Surabaya. Email: djuwari@perbanas.ac.id

About these ads


ISSN 1979-9373
ISSN GagasanHukum.WordPress.Com

ARSIP

STATISTIK PENGUNJUNG

  • 1,355,046 hits
September 2012
S S R K J S M
« Agu   Okt »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 72 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: