Makna Kemerdekaan

Oleh M Iwan Satriawan

Kata “Merdeka!” pernah menjadi begitu sakral dan mewarnai hari-hari awal perjalanan bangsa Indonesia. Begitu banyak jargon, semboyan, dan seruan yang menggemakan kata merdeka dalam berbagai bentuk dan kesempatan, antara lain “Merdeka ataoe mati!” dan “Sekali merdeka tetap merdeka!”

Bahkan, pada pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, dalam alinea pertama kalimat pertama secara tegas mencantumkan, “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa.” Begitu sakralnya kata tersebut sehingga mampu menjadi elan vital yang menggerakkan energi bangsa untuk melawan penjajahan dan ketertindasan. Kentalnya pemahaman terhadap pemaknaan kata tersebut merasuk ke setiap sel darah segenap anak bangsa.

Kemerdekaan atau merdeka dapat diartikan sebagai kebebasan dari segala hal yang membelenggu, baik bebas dari penjajahan secara fisik maupun kebebasan dari belenggu nonfisik seperti di bulan puasa. Selama puasa, umat muslim diperintahkan tidak hanya menahan lapar dan haus, tapi juga menahan hawa nafsu.

Secara kebetulan, pada tahun 2012, tanggal 17 Agustus waktunya tidak terpaut jauh dengan 17 Ramadan yang bagi umat Islam merupakan hari yang sangat penting yaitu hari turunnya Alquran (Nuzululquran). Meskipun ada perbedaan pendapat mengenai kapan tepatnya turunnya Alquran, secara tradisi peringatan Nuzululquran dilaksanakan pada 17 Ramadan (Lampung Post, 2-8-2012)

Angka 17

Keberadaan angka 17 bagi warga muslim di Indonesia mempunyai banyak arti. Setidaknya ada tiga makna, menurut penulis. Pertama, 17 Ramadan, yaitu hari turunnya Alquran. Alquran sebagai kitab suci semua umat muslim di dunia berfungsi sebagai petunjuk umat muslim dalam menjalankan hubungan dengan Allah (habblumminallah), hubungan dengan sesama manusia (hablumminnas) dan hubungan dengan alam semesta (hablumminal alam). Hal ini sebagaimana bunyi Alquran Surah Albaqarah Ayat 2 yang berbunyi, “Dzalikal kitaabu laa raiba fiihi hudal lilmuttaqiin.” (Kitab Alquran ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi orang-orang yang takwa).

Ayat tersebut menunjukkan Alquran sebagai petunjuk kehidupan bagi orang-orang yang bertakwa. Takwa dapat dairtikan orang-orang yang taat kepada segala perintah dan larangan Allah, kanaah atau merasa cukup dengan segala karunia-Nya sehingga memunculkan sikap makhluk yang pandai bersyukur dan terakhir wira’i atau hati-hati dalam segala tindakan dan perbuatan. Segala tindakan dan perbuatan dihubungkan dan dipertimbangkan dengan hukum agama dan negara.

Kedua, 17 rakaat dalam salat wajib (baca: isya, subuh, zuhur, asar, dan maghrib). Dalam ajaran Islam, salat memiliki peran vital membentuk karakter umat. Hal ini sebagaimana dituangkan dalam salah satu surat Alquran yang berbunyi, “Inna sholata tanha annil fakhsa’i wal munkar.” (Sesungguhnya salat itu mencegah perbuatan keji dan munkar). Namun, salat seperti apa yang dapat mencegah perbuatan keji dan munkar?

Apakah salat ritualitas semata seperti yang sering terjadi saat ini? Banyak umat muslim di Indonesia yang rutin menjalankan salat, namun masih banyak juga yang melakukan tindakan korupsi, kolusi, nepotisme, mengafir-ngafirkan sesama umat Islam yang berbeda pandangan, dan melakukan tindakan kekerasan atas nama agama.

Ketiga, 17 Agustus 1945. Tanpa adanya 17 Agustus, tidak pernah ada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Proklamasi 17 Agustus adalah kunci menuju pintu gerbang kemerdekaan. Merdeka dari belenggu penjajahan, merdeka untuk menentukan nasib sendiri, dan merdeka untuk berkehidupan yang layak.

Melawan Bangsa Sendiri

Namun, bangsa ini hanya merdeka secara fisik. Tidak merdeka secara ideologi dan pemikiran. Indonesia masih dijajah secara ekonomi oleh negara-negara maju. Kebijakan Indonesia dijajah IMF dan Bank Dunia. Bahkan, yang lebih ironis, rakyat Indonesia dijajah oleh bangsanya sendiri. Mengutip pernyataan Presiden Soekarno, “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” . (Sumber: Lampung Post, 16 Agustus 2012)

Tentang penulis:
M Iwan Satriawan, Dosen Hukum Tata Negara Universitas Lampung

About these ads


ISSN 1979-9373
ISSN GagasanHukum.WordPress.Com

ARSIP

STATISTIK PENGUNJUNG

  • 1,486,428 hits
Agustus 2012
S S R K J S M
« Jul   Sep »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 78 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: