Evaluasi Kinerja Kecamatan

Oleh Kukuh Sudarmanto

Kebijakan otonomi daerah (otda) sebagaimana diatur dalam UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, secara eksplisit memberikan otonomi yang luas kepada pemda untuk mengurus dan mengelola berbagai kepentingan dan kesejahteraan masyarakat di daerah.

Artinya pemda harus mengoptimalkan pembangunan yang berorientasi kepada kepentingan masyarakat. Pasalnya, esensi UU tentang Pemerintahan Daerah itu merupakan upaya pemberdayaan pemda dan masyarakat, sekaligus pelimpahan wewenang dan tanggung jawab yang lebih besar untuk mempercepat pembangunan.

Implementasi kebijakan otda mendorong terjadinya perubahan, baik secara struktural, fungsional, maupun kultural dalam tatanan penyelenggaraan pemerintahan. Salah satu perubahan yang esensial itu menyangkut kedudukan, tugas pokok, dan fungsi kecamatan yang sebelumnya perangkat wilayah dalam kerangka asas dekonsentrasi, kini berubah menjadi perangkat daerah dalam kerangka asas desentralisasi.

Tapi kedudukan camat sebagai kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) kecamatan sekaligus kepala wilayah (wilayah kerja) berbeda dari kepala instansi pemerintahan lain di wilayah kecamatan. Camat memiliki peranan penting dalam pelaksanaan tugas umum pemerintahan, khususnya tugas-tugas atributif dalam koordinasi pemerintahan seluruh instansi di wilayah kerjanya.

Artinya, penyelenggaraan tugas semua instansi pemerintahan di wilayah kecamatan harus dalam koordinasi camat. Jadi fungsi utama camat, selain memberikan pelayanan kepada masyarakat, juga melakukan tugas-tugas pembinaan wilayah. Sehubungan dengan hal itu maka sangat diperlukan adanya evaluasi kinerja kecamatan (EKK).

Evaluasi itu penting dilakukan guna mengetahui kondisi riil, termasuk permasalahan, hambatan, dan kendala dalam mengimplementasikan kebijakan pemkot/ pemkab. Evaluasi yang dilakukan oleh Pemkot memiliki beberapa tujuan penting.

Pertama; untuk mengetahui gambaran riil perkembangan kinerja kecamatan dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan umum, serta pemberdayaan masyarakat.

Kinerja Terbaik

Kedua; mengkaji sejauh mana pemahaman camat terhadap peraturan yang berlaku dan implementasi kebijakan pemkot. Ketiga; mengukur keberhasilan pelaksanaan tugas dan fungsi yang diemban organisasi kecamatan. Keempat; meningkatkan kapasitas dan kapabilitas camat selaku kepala SKPD kecamatan guna mewujudkan profesionalisme aparat pemerintahan.

Kelima; melaksanakan kajian dan evaluasi terhadap kinerja kecamatan sebagai data dasar dalam proses penyusunan beban dan konsep perumusan kebijakan di tingkat kota. Keenam; memotivasi dan mendorong peningkatan kinerja kecamatan sebagai salah satu organ perangkat daerah Kota Semarang.

Evaluasi itu yang sudah berjalan 8 tahun lebih perlu dilanjutkan dan diperbaiki pelaksanaannya agar bisa mencapai tujuan secara optimal.

Pelaksanaan di Kota Semarang yang meliputi 16 kecamatan, saat ini sudah sampai pada tahap penetapan kecamatan yang dinilai berprestasi (berkinerja terbaik), dan akan diumumkan pada 17 Agustus 2012 dalam rangkaian upacara HUT Ke-67 Kemerdekaan.

Pelaksanaan evaluasi kinerja kecamatan di Kota Semarang menurut informasi diadopsi oleh Kemendagri untuk diterapkan di seluruh Indonesia. Ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi Pemkot dan seluruh jajaran di bawahnya.

Alangkah baiknya jika pengecekan lapangan dan uji wawancara dilakukan oleh tim evaluasi dari pejabat terkait dengan eselon di atas camat, atau minimal memiliki eselon sama, seperti kepala dinas atau kepala badan, dan bukan staf, kasubag, atau kabid.

Lebih penting dari semua itu adalah hasil dari evaluasi itu harus memberikan manfaat bagi masyarakat melalui peningkatan kinerja kecamatan. (Sumber: Seputar Indonesia, 6 Agustus 2012).

Tentang penulis:
Drs Kukuh Sudarmanto SSos SH MM, Camat Semarang Selatan.

About these ads


ISSN 1979-9373
ISSN GagasanHukum.WordPress.Com

ARSIP

STATISTIK PENGUNJUNG

  • 1,480,287 hits
Agustus 2012
S S R K J S M
« Jul   Sep »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 78 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: