Menimbang Nasib Anas

Oleh FS Swantoro

Nasib Anas Urbaningrum, selaku Ketua Umum Partai Demokrat (PD), tinggal menghitung hari. Pasalnya dipicu oleh Anas sendiri yang keladhuk wani kurang deduga melawan SBY, sang pendiri Demokrat. Tak berlebihan bila Ruhut Sitompul dan Hayono Isman terus meminta Anas mundur secara legawa demi partai.

Ditangkapnya Neneng Sri Wahyuni, istri Nazaruddin oleh KPK minggu lalu, menjadi bagian penting proses pelengseran Anas. Pasalnya bisa dipastikan Neneng dan Nazaruddin akan berduet menyeret Anas menjadi tersangka dalam proyek Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sekolah Olahraga Nasional di Hambalang Sentul Kabupaten Bogor Jabar.

Terus mengguritanya korupsi masif di kalangan politikus menunjukkan bentuk kerakusan dan ketamakan. Padahal gaji dan penghasilan mereka sudah lebih dari cukup. Karena itu, politikus yang korup seperti Nazaruddin, Angelina Sondakh, Wa Ode Nurhayati, Andi, dan Anas, lebih karena ketamakan belaka bukan karena kebutuhan. Meminjam ungkapan Uskup Sugija, itu contoh ”politikus benalu”.

Korupsi sebagai bentuk ketamakan tak bisa ditoleransi, apalagi dibiarkan karena angkara murka ketamakan itu sangat merusak masyarakat dan negara-bangsa. Tamak adalah sifat bawaan manusia yang sebenarnya bisa dikendalikan dengan akal sehat dan hati nurani, serta bisa dikendalikan dengan mendasarkan diri pada ajaran agama.

Namun, dalam realitas kekinian ada manusia bebal yang tak mau menggunakan akal sehat dan hati nuraninya dan lakon itu menimpa politikus Demokrat.

Kini gerakan politik untuk melengser­kan Anas makin intensif. Dua pekan terakhir sejumlah pertemuan terbatas digelar, antara lain yang dimotori Komisi Pengawas di bawah komando TB Silalahi telah digelar. Dalam pertemuan itu, Ketua Departemen Komunikasi Ruhut Sitompul bersama beberapa anggota DPR Fraksi PD dipanggil Komisi Pengawas. Ruhut dipanggil agar terus mendesak Anas mundur.

Lonceng Kematian

Puncaknya, pertemuan Forum Komu-nikasi Pendiri dan Deklarator Partai De­mokrat yang dipimpin Ketua Dewan Pembina SBY, dihadiri sekitar 500 orang dari unsur pendiri dan deklarator partai, DPP, dan ketua DPD I. Dalam pertemuan yang baru kali pertama digelar itu, SBY memberi arahan yang mengisyaratkan agar Anas mundur dan meninggalkan PD.

Pernyataan SBY memang tidak secara eksplisit menyebut nama atau spesifik ditujukan kepada Anas. Tapi dalam pidato sekitar 20 menit itu, ia tak henti-hentinya mengeluh dan marah soal merosotnya elektabilitas partai akibat ulah kader yang terseret korupsi.

Simak saja ucapannya,” Agar kader partai yang tidak mampu mengemban politik secara santun, cerdas, dan bersih, lebih baik mundur dan meninggalkan Partai Demokrat.”

Badai politik kian hebat menghantam PD dan badai itu membuat elite partai kini terjebak saling debat di ruang publik. Perdebatannya, ada yang membela dan memuji SBY namun ada yang membela Anas. Bahkan hingga kini, tak satu pun ketua DPD I dan DPD II meminta Anas mundur. Pertarungan politik di internal PD masih sengit.

Adapun puncak kemarahan SBY karena tingkat elektabilitas Demokrat merosot. Itu sebabnya SBY selaku Ketua Dewan Pembina marah setelah melihat banyak kader terlibat korupsi. Secara terbuka Anas menjawab tudingan SBY dengan mengatakan, ”merosotnya tingkat elektabilitas PD justru disebabkan kinerja pemerintahan SBY buruk dan lemah hingga berimbas pada penurunan elektabilitasnya sebagai partai pendukung pemerintah.”

Seandainya berstatus tersangka, oto­matis Anas harus lengser dari jabatan ketua umum. Bila tidak cerdas mengelola konflik internal itu sekaligus mencari solusi terbaik, tidak tertutup kemungkinan pada Pemilu 2014 suara Demokrat tinggal satu digit. Itu lonceng kematian bagi SBY. (Sumber: Suara Merdeka, 27 Juni 2012)

Tentang penulis:
FS Swantoro, peneliti dari Soegeng Sarjadi Syndicate Jakarta.

About these ads


ISSN 1979-9373
ISSN GagasanHukum.WordPress.Com

ARSIP

STATISTIK PENGUNJUNG

  • 1,434,058 hits
Juni 2012
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 75 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: