Simbol Pancasila yang Terlupakan

Oleh Nindya Kharisma C

Kita sebagai bangsa Indonesia tentu sering melihat dan sangat mengenal gambar Garuda Pancasila. Namun, apakah kita pernah memperhatikan simbol-simbol yang terdapat di dalam perisainya?

Bisakah kita menjelaskan secara urut simbol-simbol yang melambangkan sila-sila dari dasar negara tersebut dan makna yang terkandung di dalamnya? Beberapa kali saya jumpai dan ini nyata di sekitar saya sendiri,banyak anak kecil hingga orang dewasa yang belum memahami lambang masing-masing sila dalam Pancasila. Kadangkala kita tertukar ketika harus mengurutkan simbol dengan sila yang sesuai. Seperti yang telah kita ketahui, di dalam gambar Garuda Pancasila terdapat sebuah perisai yang dikalungkan.

Perisai tersebut memiliki lima simbol antara lain bintang,padi dan kapas, kepala banteng, pohon beringin, dan rantai. Kelima simbol tersebut melambangkan sila-sila yang terdapat dalam Pancasila. Untuk Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa diwakili oleh simbol bintang.Simbol ini mempunyai arti bahwa Tuhan menjadi cahaya bagi setiap manusia. Di bagian kanan bawah terdapat rantai yang melambangkan Sila Kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Rantai ini mengandung makna bahwa setiap manusia, laki-laki dan perempuan,membutuhkan satu sama lain dan perlu bersatu sehingga menjadi kuat.

Selanjutnya, terdapat gambar pohon beringin untuk Sila Ketiga: Persatuan Indonesia.Simbol ini menyiratkan yakni semua rakyat Indonesia bisa “berteduh” di bawah naungan negara Indonesia. Di sebelah kiri atas terdapat gambar kepala banteng sebagai simbol Sila Keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan. Lambang tersebut digunakan karena dalam musyawarah di mana orang-orang harus berkumpul untuk mendiskusikan sesuatu seperti halnya sifat banteng.

Dan yang terakhir terdapat padi dan kapas untuk Sila Kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Simbol padi dan kapas melambangkan kebutuhan dasar setiap manusia yakni pangan dan sandang sebagai syarat utama untuk mencapai kemakmuran Indonesia. Fenomena lupa atau terbolak-balik dalam mengartikan simbol dengan sila-sila dalam Pancasila sebenarnya sudah tidak mengherankanlagi.

Sistem pendidikan Indonesia yang terlalu kaku dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila sejak dini membuat makna yang luhur dari Pancasila itu sendiri tidak melekat kuat dalam pribadi bangsa ini.Metode yang salah kaprah dalam mengenalkan simbolsimbol juga menjadi salah satu alasan mengapa banyak orang yang tidak bisa mengingat dengan baik karena sejatinya mereka hanya menghafal bukan menghayati semurni-murninya. Simbol-simbol di atas penting untuk diketahui bersama.Para founding fathers kita telah merancangnya dengan penuh pertimbangan dan dedikasi untuk negeri tercinta.

Makna dan simbol sebagai perlambangnya adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan.Apa yang telah diwariskan harus kita jaga baik-baik agar pesan mulia yang terkandung di dalamnya tidak luntur dan tergerus oleh perkembangan zaman yang semakin tidak karuan. (Sumber: Seputar Indonesia, 06 Juni 2012).

Tentang penulis:
Nindya Kharisma C, Mahasiswa Program Vokasi Jurusan Okupasi Terapi Universitas Indonesia, Staf Departemen Penulisan KSM Eka Prasetya UI

About these ads


ISSN 1979-9373
ISSN GagasanHukum.WordPress.Com

ARSIP

KLIK TERTINGGI

STATISTIK PENGUNJUNG

  • 1,472,620 hits
Juni 2012
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 77 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: