Kesiapan Sambut Rel Ganda

Oleh Nugroho W Utomo

Mulai April 2012 pemerintah, melalui PT Kereta Api Indonesia (KAI), membangun jalur ganda (double track) layang (flyover) dari Kaligawe hingga Mangkang Semarang sepanjang 8,1 kilometer.

Proyek ini merupakan bagian dari rencana pembuatan rel/ jalur ganda Semarang-Bojonegoro sepanjang 190 kilometer dengan dana Rp 4,6 triliun. Desain jalur ganda layang di Semarang berketinggian 15 meter guna mengantisipasi penurunan tanah.

Rencana membangun jalur ganda memang mendesak diwujudkan mengingat jalur itu sangat padat, banyak kereta rute Jakarta-Surabaya dan sebaliknya lewat jalur itu. Rel ganda itu juga untuk meminimalisasi angka persilangan kereta. Persilangan kereta penumpang dengan kereta barang, dan kemudian petugas lebih mendahulukan kereta barang, kadang membuat jengkel penumpang. Terlebih bila mereka harus menunggu lama.

Lebih jauh lagi, lambat-laun mereka meninggalkan pilihannya kepada kereta, dan memilih angkutan darat lain, seperti bus, travel, atau mobil pribadi. Hal itu berarti makin membuat padat jalan raya. Padahal angkutan kereta api dimaksudkan antara lain mengurangi kepadatan di jalan raya karena kereta bisa mengangkut banyak orang, secara bersamaan, yang secara otomatis mengurangi jumlah kendaraan di jalan.

Pembangunan jalur ganda kereta, perlu memperhatikan beberapa hal. Pertama; perlintasan kereta sebidang yang tidak berpalang pintu, fungsi stasiun kecil antara dua kota (misalnya antara Semarang dan Bojonegoro), kondisi tanah di kota Semarang tempat lintasan jalur layang itu, dan perlintasan liar.

Terkait perlintasan liar, dalam arti persimpangan antara jalan mobil/ orang dan rel, berdasarkan data di lapangan di sepanjang jalur Semarang-Bojonegoro ada 314. Adapun yang menggunakan palang pintu ada 34 perlintasan. Keberadaan perlintasan liar dan tingkat kesadaran masyarakat yang masih rendah dalam melintasi perlintasan, menjadi kendala terkait dengan pembangunan jalur ganda kereta itu.

Kereta Pengumpan

Yang perlu diwaspadai, setelah ada jalur ganda, laju kereta pasti lebih cepat ketimbang ketika hanya ada satu jalur (single track). Logikanya, masinis akan menjalankan kereta dengan batas maksimal sesuai yang dipersyaratkan karena tidakharus berhenti di stasiun kecil, guna bersimpangan dengan kereta lain. Karena itu, perusahaan persero itu harus memasang palang pintu manual atau elektrik yang dilengkapi sirene untuk mengingatkan pengguna jalan bahwa akan ada kereta lewat.

Setelah jalur ganda itu dibangun, biasanya ada beberapa stasiun yang menjadi ’’korban’’ untuk dinonaktifkan. Hal itu mendasarkan pada pengalaman sebelumnya ketika Daops VI PT KAI menutup beberapa stasiun kecil di lintas Solo-Yogyakarta-Kutoarjo, yaitu Stasiun Kedundang, Montelan, Ceper, dan Stasiun Delangu.

Antara Semarang dan Bojonegoro ada 22 stasiun, 6 di antaranya stasiun besar. Menutup atau menonaktifkan stasiun kecil sebagai efek dari pembangunan jalur ganda, bukan solusi yang tepat. Keberadaan stasiun kecil tersebut bisa diberdayakan untuk tempat singgah kereta lokal, misalnya KA Feeder (pengumpan-Red) Semarang-Bojonegoro.

Sebenarnya tidak perlu membangun rel layang dari Kaligawe ke Mangkang setinggi 15 meter. Selain pembangunannya membutuhkan dana tidak sedikit, proyek itu kurang berdaya guna bila Pemkot tidak mengendalikan pemakaian air tanah. Seperti diketahui, penyedotan air bawah tanah (ABT) secara berlebihan, dan melanggar zona pengeborannya, memicu penurunan permukaan tanah dan intrusi.

Berdasarkan data Pemkot, tiap tahun penurunan permukaan tanah di wilayah kota Semarang saat ini bervariasi antara 8 cm dan 10 cm. Aparat Pemkot perlu bersikap tegas dalam menegakkan perda yang mengatur pemakaian air tanah, terutama oleh kalangan industri. (Sumber: Suara merdeka, 25 Februari 2012)

Tentang penulis:
Nugroho Wahyu Utomo ST, peneliti masalah perkeretaapian dari Pekamatra, Penasihat Komunitas Railfans Daops Empat (KRDE), alumnus Jurusan Sipil Fakultas Teknik Untag Semarang

About these ads


ISSN 1979-9373
ISSN GagasanHukum.WordPress.Com

ARSIP

KLIK TERTINGGI

  • Tidak ada

STATISTIK PENGUNJUNG

  • 1,479,993 hits
Februari 2012
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
272829  

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 78 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: