Jaminan Sosial Nelayan

Oleh Riyono

Musim barat yang diprakirakan baru berakhir Maret 2012 makin menambah berat kehidupan nelayan, termasuk nelayan di Jateng. Karena keterbatasannya dalam berbagai aspek, mereka tidak bisa melaut, dan sebagian dari mereka terjerat utang di rentenir. Kebijakan impor ikan terasa makin melengkapi penderitaan mereka.

Seyogianya perlu ada jaminan sosial nelayan dalam bentuk asuransi yang bisa menjadi asa untuk meringankan penderitaan mereka, utamanya bila tidak bisa melaut seperti sekarang. Memang ada fakta lain, yakni karakter khas nelayan yang suka bekerja keras, mandiri, dan kuatnya rasa persaudaraan yang meringankan penderitaan itu. Karakter itu terbentuk oleh lingkungan pesisir yang keras.

Manifestasi karakter ini menjelma dalam pranata sosial yang mewujudkan kebersamaan. Penelitian Kusnadi (2007) terhadap komunitas nelayan Madura menunjukkan bahwa saat musim barat, penopang kehidupan mereka adalah rasa kebersamaan dan tanggung renteng antarkeluarga. Kita juga bisa menemukan nilai-nilai itu di Kepulauan Karimunjawa yang nelayannya terdiri atas berbagai suku, ada Jawa, Bugis, dan Madura.

Tahun 2005 Kementerian Kelautan dan Perikanan menerapkan kebijakan asuransi untuk nelayan. Awalnya program ini mendapat alokasi dana sekitar Rp 397 juta dengan nilai tanggungan hampir Rp 47 miliar. Namun program itu menguap seiring dengan minimnya kesadaran dan kesabaran pemerintah dalam membimbing nelayan yang baru mengenal program ini.

Jaminan sosial nelayan dalam bentuk kebijakan membutuhkan dukungan dan perhatian serius pemerintah. Secara garis besar, kebijakan sosial diwujudkan dalam tiga kategori, yaitu perundang-undangan, program pelayanan sosial, dan sistem perpajakan (Midgley, 2005).

Pertama; perundang-undangan yang pronelayan. RUU Kelautan yang sekarang dibahas belum secara tegas menjawab kebutuhan nelayan, yang sudah dipastikan menderita pada musim barat. Belum ada produk regulasi hukum yang menjamin dukungan kepada nelayan tradisional.

Kebijakan Pronelayan

Kita bisa membandingkan dengan Korea yang memiliki konsep Vision for Marine Policy of Korea yang mengintegrasikan lintas sektor kelautan. Kanada memiliki Ocean Act 1997 dan Canada’s Ocean Strategy 2002 yang menjadi dasar terwujudnya Ocean Management Plan. Konsep ini mampu melibatkan seluruh pemaangku kebijakan kelautan, termasuk nelayan tradisional yang dilibatkan dalam proses pembangunan kelautan secara integral.

Apakah kita berdiam diri? Sebenarnya tidak karena dari 1979 hingga 2009 pemerintah menelurkan 14 UU yang terkait dengan kelautan dan perikanan. Yang terbaru adalah UU Nomor 43 Tahun 2008 tentang Wilayah Negara dan UU Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan. Namun, fakta di lapangan isi regulasi itu sering tumpang tindih dengan keppres atau PP, bahkan peraturan menteri belum mampu mewadahi semua kegiatan di lautan yang lintas sektor itu.

Kedua; jaminan sosial nelayan dalam bentuk asuransi menyangkut bidang pendidikan, kesehatan, dan pangan. Tiga bidang ini menjadi harapan standar nelayan kapan pun, terlebih pada saat musim barat. Asuransi pendidikan bisa berupa beasiswa untuk anak nelayan agar mereka minimal mengeyam pendidikan setingkat SMK. Lingkaran kemiskinan nelayan tidak lepas minimnya kualitas SDM.

Ketiga; sistem perpajakan pronelayan, artinya menghapuskan semua iuran yang selama ini masih diterapkan oleh pemda kepada nelayan, semisal retribusi di TPI. Pemerintah perlu membebaskan nelayan tradisional dari pajak dan retribusi yang memberatkan. Jika memerlukan dana untuk memperbaiki sarana dan prasarana TPI, hendaknya dibebankan kepada APBD, yang notabenya juga sedikit mengalokasikan untuk nelayan.

Saat ini nelayan membutuhkan kebijakan yang berpihak kepada mereka, bukan semata-mata bantuan. Membantu nelayan berarti menjamin keberlangsungan kehidupan mereka di tengah kondisi yang makin sulit. (Sumber:Suara Merdeka, 10 Pebruari 2012).

Tentang penulis:
Riyono SKel MSi, Sekjen DPP Perhimpunan Petani dan Nelayan Sejahtera Indonesia (PPNSI)

About these ads


ISSN 1979-9373
ISSN GagasanHukum.WordPress.Com

ARSIP

STATISTIK PENGUNJUNG

  • 1,481,789 hits
Februari 2012
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
272829  

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 78 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: