Hanya Mengejar Keuntungan?

Oleh Boby Ibipurwo

Pendidikan merupakan hal yang vital dan sangat menentukan masa depan suatu bangsa.Tidak ada satu pun orang yang dapat menyangkal pernyataan tersebut.

Pendidikan sesuai dengan Pasal 31 UUD 1945 merupakan sebuah hak konstitusional tiap warga negara, dan negara wajib mengusahakannya. Bagaimana dengan keadaan pendidikan di Indonesia? Memang tidak dapat kita pungkiri bahwa pemerintah kita terus berusaha untuk meningkatkan peringkat pendidikan Indonesia secara global. Berdasarkan data Education For All (EFA) Global Monitoring Report 2011 yang dikeluarkan UNESCO, Indonesia berada dalam taraf medium dengan turun dari peringkat ke-65 menjadi ke-69 di bawah negara tetangga serumpun kita Malaysia (65) dan Brunai Darussalam (34).

Baru-baru ini pemerintah mengumumkan investment grade Indonesia yang merupakan jalan bagi peningkatan investasi luar negeri ke Indonesia. Pendidikan mungkin saja menjadi salah satu aspek investasi tersebut. Di satu sisi, investasi pendidikan dari luar akan menimbulkan sebuah harapan ada perbaikan dalam pendidikan di Indonesia dengan masuknya sistem pendidikan luar negeri yang relatif lebih baik dari sistem pendidikan Indonesia. Di sisi lain,kita menghadapi sebuah masalah hilangnya peran negara dalam pendidikan yang tergantikan oleh private sector yang kemungkinan besar berorientasi pada profit.

Hal ini tak ubahnya sebuah bentuk liberalisasi terhadap pendidikan Indonesia. Apabila private sector yang berorientasi profit melakukan investasi di sektor pendidikan dan menguasai sektor ini tanpa regulasi yang jelas dari negara, jangan salahkan apabila di masa depan tercetaklah generasi penerus bangsa yang tak hafal Pancasila, tak paham terhadap UUD 1945.Atau bahkan tidak memiliki wawasan kebangsaan serta nasionalisme terhadap Indonesia dan masyarakatnya sendiri.

Yang akan merasakan dampak pertama kali adalah manusia itu sendiri, bukan sektor swasta yang hanya berusaha mengeruk keuntungan dari sektor pendidikan.Nilai-nilai nasionalisme yang seharusnya ditransfer melalui jalur pendidikan menjadi hilang. Dengan begitu, usaha pemerintah untuk meningkatkan daya saing pendidikan Indonesia secara global patut dibarengi dengan kehati-hatian untuk melindungi kedaulatan Indonesia dari liberalisasi pendidikan yang membawa nilai-nilai asing pada masyarakat Indonesia.

Pendidikan haruslah membentuk manusia yang mandiri,tidak bergantung pada siapa pun atau negara mana pun. (Sumber: Seputar Indonesia, 30 Januari 2012).

Tentang penulis:
Boby Ibipurwo, Mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional FISIP Universitas Jember

About these ads


ISSN 1979-9373
ISSN GagasanHukum.WordPress.Com

ARSIP

STATISTIK PENGUNJUNG

  • 1,432,467 hits
Februari 2012
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
272829  

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 75 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: