Arsip untuk November 28th, 2011



Bisakah Siaran TV Ikut Puasa?

Oleh Surya Aka

Pertanyaan ini patut diajukan kepada dunia penyiaran kita, khususnya siaran televisi. Dalam era sekarang ini, hampir seluruh keluarga kita, tidak lepas dari pengaruh siaran TV. Bila dihitung dalam setahun, ternyata waktu anak-anak kita nonton TV, masih jauh lebih banyak dari waktu belajar di sekolah. Maka, sangat besar peran televisi men-support berpuasa yang khusuk dan happy. Tetapi juga berperan besar merusak, bila siaran TV justru dapat membatalkan pahala puasa. Siapa yang bisa menjamin siaran televisi ikut berpuasa? Apakah pengelola televisi kita bisa memahami psikologi umat muslim? Itu pertanyaan penting yang kita ajukan ketika seluruh umat Islam konsentrasi ibadah di bulan suci.

Berbeda dengan media cetak yang hanya mampu menguasai waktu. Siaran TV berupa audio dan visual menguasai ruang dalam kamar tiap rumah, daya pancarnya seluas pelosok nusantara bahkan di manca. (Morissan, 2008). Maka tak heran, TV telah menjadi ‘dewa’ di keluarga Indonesia. Karena TV selain memberi informasi yang dibutuhkan, dari televisi pula mendapatkan hiburan murah untuk mengurangi ketegangan hidup. Tapi, tidak sedikit pula, perilaku beringas, anak berani orang tua, seks menyimpang dan pornografi, bersumber dari siaran layar kaca. Bagaimana di luar sana lokalisasi dan hotel mesum digerebeg, justru kemungkaran ada di ruangan keluarga kita, malah dibiarkan?.

Ada baiknya Ramadhan ini kita mencoba menganalisis, program apa yang berpengaruh buruk itu? Karena mestinya, puasa bukan hanya menahan makan, minum dan seks di siang hari. Puasa juga harus menahan emosi, tidak menggunjing, bertengkar, dan tidak pula melakukan kekerasan apalagi syirik. Jangan sampai terulang sebuah saluran TV kabel di Jember digeruduk massa dan dilaporkan polisi, karena menayangkan film Piranha tanpa sensor. Jangan terulang lagi berita Metro Pagi dilarang tayang 7 hari, karena memberitakan warnet porno, justru adegan kepornoannya lolos editing.

Berdasarkan catatan penulis, ada sejumlah program masuk ’daftar hitam’ paling melanggar aturan KPI (Komisi Penyiaran Indonesia). Setidaknya empat jenis siaran TV (nasional maupun lokal), yang berpotensi membatalkan puasa. Pertama tayangan infotainment dan sinetron. Sudah jamak bila setiap stasiun TV nasional memiliki tayangan ini, dengan tema liputan selebritis yang nyaris seragam. Mulai dari Insert, WasWas, Cek Ricek, Kroscek, Kabarkabari, Silet, Intens, GoSpot, Fokus Selebriti, Halo Selebriti, Kiss, HotShot dan sejenisnya. Bisakah selama Ramadhan ini mereka tidak menggunjing? Tidak menyajikan berita pertengkaran, perceraian, berebut harta, pamer paha dan dada, hubungan suami istri diluar nikah dan sederet pergaulan bebas artis kita. Tak heran, KPI pernah menghukum larangan tayang 40 hari kepada Silet, karena meramal letusan Merapi, atau menutup Empat Mata karena tayangan makan katak hidup. Solusinya, diharapkan pemilik production house, paham psikologi puasa. Diharapkan mereka membebaskan Putri yang Tertukar dan Anugerah dari peran jahat yang tidak segera dibalas dan dihukum.

Kedua, tayangan musik. Ini bukan hanya TV nasional yang kerap mendatangkan artis berbusana mini dan over seksi. Juga TV lokal seperti Stasiun Dangdut dan Dangdut ZR JTV berpotensi melanggar karena minimnya busana para talent. Hal yang sama juga Video Klip ArekTV, yang kerap menampilkan busana artis Indonesia kelewat sensual. Tak terkecuali SurabayaTV, BCTV, SBO, kerap menayangkan klip mancanegara, yang tak hanya sensual, tetapi juga kerap menampilkan pusar, miras, rokok dan kekerasan. Bahkan TV9-pun yang bermoto lebih santun, pernah kecolongan menayangkan klip lagu artis Arab yang menampilkan tarian sensual. Nah, selama Ramadhan ini, diharapkan klip tersebut distop dulu. Ikut berpuasa dengan mengganti klip lagu religi artis Indonesia. Seperti Ungu, ST12, Ridho Rhoma, Rhoma Irama, Wali, Radja atau Gigi. Tayangan ini selain menghibur, khususnya anak muda, juga dapat menyejukkan suasana hati pemirsa.

Ketiga tayangan iklan. Tak sedikit iklan TV lokal-nasional menawarkan produk pakaian dalam wanita dengan model untuk mengencangkan payudara dan bokong wanita. Atau alat olahraga pelangsing perut dan merapat V, seringkali sangat mengganggu konsentrasi puasa. Sajian yang sensual itu, diyakini dapat membangkitkan gairah birahi. Solusinya, hentikan iklan ini, atau segera ganti materi iklannya. Bila tetap membandel, pemirsa dapat mengadu ke KPID Jatim di Jl Bandilan 1 Waru Sidoarjo atau www.kpidjatim.com.

Iklan sejenis ini, sering muncul di hampir semua teve lokal Surabaya, mulai dari JTV, SBO, Arek TV, MNTV, SurabayaTV, BCTV dan BBS. Idealnya mesti dihentikan selama Ramadhan. Karena busana yang ketat dan vulgar dapat membangkitkan birahi dan membatalkan puasa atau pahala puasa.

Keempat, berita dan kuis. Sekalipun berita di TV merupakan realitas di masyarakat, tetapi TV yang mendapat izin frekuensi, dibatasi aturan harus patuh pada Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standard Program Siaran (P3-SPS). Pelanggaran berita sejumlah stasiun lokal didominasi kekerasan, seperti korban berdarah-darah, mayat yang mati tragis yang di clouse-up serta sadisme. Atau gambar bunuh diri secara detail. Tak terkecuali merokok, pelacuran, alkohol dan narkoba kerap kali diloloskan dalam pemberitaan.

Adapun program kuis sering bermasalah bukan hanya busana artis hostnya, juga kata-kata menggoda atau gerakan yang sensual. Kuis ini juga digolongkan mengadu nasib untung-untungan, mirip perjudian. Pemirsa diminta mengirim SMS ke nomor empat digit tertentu. Kemudian setelah diundi, dapat hadiah BlackBerry, Nokia atau pulsa dan sejenisnya. Solusinya, harus ada kejelasan berapa yang SMS dan sistemnya secara transparan, agar lolos dari dugaan perjudian terselubung. Adapun kartun, selain menampilkan kekerasan seperti Tommy and Jerry juga banyak ditemukan pornografi dalam kartun.

Akhirnya, orang tualah yang paling bertanggungjawab mengatur kendali remote pesawat TV di rumah. Kitalah yang mengatur kapan saatnya anak harus ikut jamaah di masjid dan tarawih. Kapan pula saatnya mematikan TV agar mereka bisa tadarus Alquran. Jangan kelewat manjakan anak-anak kita dengan tayangan TV, sebagus apapun acaranya. Beranilah menulis di koran dan melapor yang berwenang bila melihat tayangan yang merusak moral bangsa. Selamat menjalankan puasa. Semoga siaran TV kita juga ikut berpuasa. (Sumber: Jawa Pos ’Radar Jember ’ 30 Juli 2011).

Tentang penulis:
H Surya Aka SH MH, Ketua Bidang Kelembagaan KPID Jatim, alumni PGAN Jember

« Halaman SebelumnyaHalaman Berikutnya »



ISSN 1979-9373
ISSN GagasanHukum.WordPress.Com

ARSIP

KOMENTAR TERBARU

STATISTIK PENGUNJUNG

  • 759,790 hits

 

November 2011
S S R K J S M
« Okt   Des »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 31 pengikut lainnya.