Arsip untuk November 28th, 2011

Memaknai KPID Award

Oleh Surya Aka

Dunia penyiaran televisi dan radio di Jawa Timur, kembali dibicarakan khalayak nasional. Karena Selasa 27 September 2011, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jatim kembali mengumumkan program acara televisi dan radio terbaik dalam setahun ini. Kalau tahun lalu KPID Award hanya melombakan tiga katagori, yakni indepthnews-feature, talkshow dan entertainment. Tahun ini, ditambah empat katagori lagi. Selain tiga diatas, juga ada program perempuan dan program anak. Kemudian memilih presenter news terbaik. Satu lagi yang tak kalah pentingnya, KPID menganugerahkan Lifetime Achievement, penghargaan untuk tokoh atau lembaga penyiaran televisi dan radio, yang dinilai berjasa besar dalam memajukan dunia penyiaran di Jawa Timur.

Perhelatan yang digelar di Mercure Mirama Hotel Surabaya itu, selain diramaikan musik tradisional dan artis nasional dan lokal, juga dihadiri Wagub Jatim Saifullah Yusuf serta KPI Pusat. Tak kalah menariknya hadir KPID dari 20 provinsi se Indonesia. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa pelaksanaan KPID Award ini, patut diperhitungkan di kancah nasional. Apalagi April 2012 mendatang akan jadi tuan rumah Rakernas KPI dan Hari Penyiaran Nasional.

Menurut Ezky Suyanto, komisioner KPI Pusat, sebenarnya KPID Award juga digelar di Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, Sulsel serta KPID lainnya. Tetapi kegiatannya kebanyakan masih dibebankan lembaga penyiaran dan sponsor. Ini yang membuat independensi KPID agak sedikit terganggu. Sedangkan di Jawa Timur, beda. Karena lembaga penyiaran merupakan pihak yang dinilai karyanya, maka kepanitiaan dan juri serta biayanya, seluruhnya ditangani KPID dengan melibatkan juri independen dan didanai APBD Jatim. Disinilah besarnya peran Gubernur Jawa Timur dan DPRD Jatim yang memberikan perhatian pada bidang penyehatan dunia penyiaran, serta dukungan anggaran yang dapat membanggakan Jawa Timur di kancah nasional.

Esensi KPID Award sebenarnya bukanlah semata di gemerlap perayaan yang disiarkan oleh JTV dan dirile sejumlah TV lokal Jatim itu. Tetapi makna penghargaan, yang merupakan bagian dari sistem managemen modern, seimbang antara apresiasi dan hukuman. Antara reward and panicement. Ini bisa dimaklumi, KPID dikenal sebagai lembaga yang sering menjatuhkan peringatan kepada lembaga penyiaran yang melanggar ketentuan. Dalam kurun Januari – September 2011, sudah 25 surat peringatan dijatuhkan kepada lembaga penyiaran TV dan radio yang melanggar karena menayangkan seks, kekerasan, rokok-narkoba dan SARA. Dalam record bidang isi siaran, ditemukan 1.200 kejadian dugaan penayangan seks. Itu terlihat di program live music, video clip, bahkan ada talkshow yang muncul kata-kata seks. Banyak pula artis yang kelewat batas dalam memakai rok mini dan goyangnya, sehingga sampai diperlihatkan celana dalamnya.

Tak heran, KPID Jatim sampai mencekal lagu ’’Hamil Duluan’’ nya Sinta-Jojo, dari tayangan TV dan Radio. Juga lagu campursari Iwak Peyek, karena lirik-liriknya berselera rendah dan tidak pantas dibawakan di frekuensi umum. Stasiun TV dan Radio diimbau tidak menayangkan lagu itu, bila melanggar akan dijatuhi sanksi. Mulai dari peringatan sampai penutupan program acara.

Tayangan kekerasan juga menduduki tempat kedua dalam jumlah dugaan pelanggaran. Terhadap peringatan yang dijatuhkan kepada radio televisi tersebut, memang relatif efektif. Diharapkan tidak mengulangi lagi. Nah, kalau di satu sisi KPID menghukum, KPID Award ini, merupakan balance nya.

Dilihat dari jumlah 260an karya yang diterima panitia, sedikit menurun dibanding tahun lalu. Tapi dari segi kualitas, jauh meningkat. Tayangan entertainment lokal yang dulu hanya menampilkan kostum sederhana, kali ini serius dengan busana dan performa panggung dan cerita yang lebih menghibur dan mendidik. Karya feature TV juga menampilkan tokoh-tokoh yang membangkitkan inspirasi masyarakat, bangkit dari keterpurukan hidup, sampai mereka yang berjasa dalam bidang lingkungan dan kerajinan. Penyajiannyapun dibuat makin enak ditonton. Tak berlebihan bila KPID memberikan apresiasi, bukan hanya award, tetapi juga hadiah Rp 135 juta. Bagi yang kalah, jangan berkecil hati. Jadikan kekalahan ini untuk bangkit, belajar kepada yang menang, tentang sistem produksi yang baik. Buat sang pemenang, kami ucapkan selamat, semoga makin bersemangat lagi berkarya untuk tahun depan. (Sumber: Jawa Pos ’Radar Surabaya’, 23 September 2011).

Tentang Penulis:
H. Surya Aka SH MH, Ketua Bidang Kelembagaan KPID Jatim

Halaman Berikutnya »



ISSN 1979-9373
ISSN GagasanHukum.WordPress.Com

ARSIP

KOMENTAR TERBARU

STATISTIK PENGUNJUNG

  • 659,445 hits

 

November 2011
S S R K J S M
« Okt   Des »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.