Oleh Ema Yunika
A hero is no braver than an ordinary man, but he is brave five minutes longer (Ralph Waldo Emerson) Definisi pahlawan yang dikemukakan oleh Emerson ini menarik karena menunjukkan bahwa sebenarnya pahlawan adalah manusia biasa yang punya rasa takut.
Pahlawan juga adalah seseorang yang juga punya keterbatasan dan rasa takut—takut dicemooh, takut untuk menjadi berbeda, dan takut untuk menunjukkan kebenaran.Tapi, di atas itu semua, yang membuat seorang pahlawan berbeda dengan orang biasa adalah ketika ia mampu mengenyahkan rasa takut itu dan melemparkannya ke dalam keranjang sampah pada momentum yang tepat.
Mungkin jika dibawa dalam konteks saat ini, siapakah orang yang berhak disemati tanda jasa pahlawan? Saat ini tidak ada peperangan atau perebutan kemerdekaan. Mungkin seseorang dengan gelar kepahlawanan yang diberikan melalui SK presiden memang disebut pahlawan, tapi pahlawan mungkin adalah seseorang yang bahkan namanya belum pernah muncul di koran.
Pahlawan itu mungkin saat ini sedang bekerja,tanpa namanya diketahui siapa pun. Ia membangun masyarakat, memberikan pelayanan, mendidik, dan berjuang hanya demi membangun masyarakat yang lebih baik.Saat ini mereka sedang bekerja,tanpa perlu diekspos tanpa popularitas, karena bukan itu yang mereka cari, tetapi semata-mata untuk pembangunan masyarakat.
Pada masa kini kita memang sedang kekurangan orang-orang seperti itu,figur orang-orang yang ketulusannya patut dicontoh. Maka muncullah sosok seperti Suster Apung yang perannya terungkap oleh media massa tahun 2006. Beliau bekerja memberikan pelayanan di daerah terpencil selama 30 tahun untuk memastikan kesehatan masyarakat Kepulauan Liukang Tangaya, dekat perairan Laut Flores.Atau Butet Manurung yang mengajari anak-anak rimba di pedalaman Jambi.
Atau sosok-sosok lain yang telah berkontribusi dalam aktivitas sosial masyarakat. Mereka adalah orang yang kehadirannya tidak dirasakan oleh masyarakat luas,tetapi ketika mereka tidak ada,masyarakat akan kehilangan sosok tersebut. Sosok seperti itulah yang dirindukan masyarakat saat ini. Memiliki inisiatif untuk memperbaiki masyarakat, tetapi tidak takluk oleh tekanan dan keterbatasan.
Berjuang bukan untuk mendapatkan pengakuan dari masyarakat luas,tapi tujuan yang lebih tinggi dari itu. Saat ini sosok tersebut memang telah mendapatkan banyak penghargaan dan raihan.Namun masih banyak sosok pahlawan yang, mungkin saat ini sedang berjuang untuk kepentingan masyarakat.
Mereka tetap bekerja dalam diam meskipun aktivitas mereka belum terungkap.Mereka ada dan merekalah pahlawan yang dirindukan itu. (Sumber: Seputar Indonesia, 17 Nopember 2011).
Tentang penulis:
Ema Yunika, Mahasiswi Jurusan Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia




KOMENTAR TERBARU