Arsip untuk Oktober 24th, 2011

Optimalisasi Potensi Wonogiri

Oleh Suharno

Pemerintah memastikan menaikkan gaji PNS, TNI, dan Polri tahun 2012 sebesar 10 persen. Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat penyampaian RAPBN 2012 beserta Nota Keuangan di hadapan anggota DPR, 16 Agustus lalu.

Umumnya kenaikan gaji disambut dengan suka cita. Namun tidak demikian dengan Kabupaten Wonogiri. Kenaikan gaji tersebut justru membuat sport jantung. Kenapa demikian? Dengan adanya kenaikkan gaji, Wonogiri terancam akan mengalami kebangkrutan.

Berita tersebut bukan hanya sekadar isapan jempol karena disampaikan oleh anggota DPRD Wonogiri, Ahmad Zarif dan Setyo Sukarno. Menurut analisis mereka tiap tahun anggaran Kota Gaplek ini habis untuk belanja tidak langsung yang didominasi gaji pegawai yang mencapai 70 persen dari keuangan daerah. Versi lain yang penulis temukan di situs blog Gagasan Nino, bahkan lebih tinggi. Belanja langsung hanya 15,3 persen, sedangkan belanja tidak langsung mencapai 84,7 persen. Padahal ideal perbandingan belanja tidak langsung dan belanja langsung maksimal 60 dibanding 40.

Ini artinya 70 persen hingga 85 persen pendapatan daerah habis untuk membiayai mesin birokrasi. Kondisi ini memang sangat memprihatinkan, karena urusan pembangunan dan kesejahteraan rakyat menjadi terabaikan.

Kabupaten Wonogiri luas wilayah 1.822,37 km2, terbagi atas 25 kecamatan, 251 desa, dan 43 kelurahan, dengan penduduk sekitar 1,5 juta jiwa. APBD 2010 terealisasi Rp 981 miliar, sedangkan PAD terealisasi Rp 64 miliar bersumber dari pajak dan retribusi. Masihkah Wonogiri dapat diselamatkan dari kebangkrutan?

Sebenarnya eksekutif dan legislatif tidak perlu pesimistis menghadapi persoalan anggaran sebab peluang untuk menyelamatkan masa depan masih sangat terbuka lebar. Syaratnya, segenap elemen masyarakat dan birokrasi bersedia bekerja keras dan cerdas mengingat Wonogiri menyimpan banyak potensi sumber daya alam (SDA) yang belum digarap optimal.

Wonogiri memiliki tempat-tempat wisata yang luar biasa dan eksotis. Di antaranya Waduk Gajah Mungkur, Pantai Sembukan dan Nampu yang berpasir putih. Tempat wisata religi juga bertebaran, misalnya Kayangan di Dusun Dlepih. Wonogiri juga memiliki Hutan Kethu, Air Terjun Setren dan Goa Putri Kencana yang menakjubkan. Wonogiri juga sedang membangun museum karst yang konon terbesar di dunia, terletak di Desa Gebangharjo.

Pabrik Semen

Sayang puluhan tempat wisata tersebut belum digarap optimal oleh Pemkab. Wonogiri juga sangat kaya akan hasil tambang. Augur Resources Ltd, perusahaan tambang emas yang terdaftar di bursa Australia, mengklaim menemukan cadangan emas dalam jumlah signifikan di Prospek Randu Kuning. Cadangan itu berada dalam zona geologi yang sama dengan tambang Batu Hijau, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat yang dikelola PT Newmont Nusa Tenggara. Tambang tersebut memiliki deposit 914 juta ton bijih dengan kadar 0,53% tembaga dan 0,40 gram emas per ton mineral.

Tambang Randu Kuning berlokasi sekitar 30 km arah selatan Solo dengan luas areal 3.928 hektare. Augur sendiri memiliki 51% saham di proyek tersebut dengan opsi kepemilikan hingga 80%. Emas di Randu Kuning bukan satu-satunya potensi yang patut dikembangkan. Masih ada potensi lain di Jatiroto yang sampai saat ini dalam tahap eksplorasi oleh PT Antam Tbk. Belakangan telah ditemukan juga di Desa Hargosari, urat cu-au selebar 1 m dengan panjang sekitar 750 m – 1 km.

Potensi lain adalah pembangunan pabrik semen yang mampu menyerap ribuan tenaga kerja. Ini bukan hal yang mustahil, karena Wonogiri memiliki potensi bahan galian mineral nonlogam dan batuan yang cukup melimpah. Menurut catatan hasil inventarisasi bahan galian Dinas PESDM Kabupaten Wonogiri, potensi batu gamping 3,5 miliar m3, tanah liat 275,8 juta m3, dan pasir kuarsa 1,5 juta m3.

Untuk bisa keluar dari krisis anggaran, Wonogiri harus memiliki pemimpin visioner, kreatif, dan inovatif. Meminjam istilah Osborn dan Ted Gaebler, manajemen birokrasi harus dijalankan secara profesional dengan semangat wirausaha tinggi. Modal ini sesungguhnya telah dimiliki Bupati Danar Rahmanto yang berlatar belakang seorang wirausaha transportasi dan 2011 dia mencanangkan sebagai tahun investasi. (Sumber: Suara Merdeka, 21 Oktober 2011).

Tentang penulis:
Drs Suharno MM, akuntan, dosen Prodi Akuntansi dan Magister Manajemen Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta

Halaman Berikutnya »



ISSN 1979-9373
ISSN GagasanHukum.WordPress.Com

ARSIP

KOMENTAR TERBARU

STATISTIK PENGUNJUNG

  • 658,851 hits

 

Oktober 2011
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.