Filsafat Hukum dalam Kajian Aspek Ontologi, Epistomologi dan Aksiologi (Bagian II)

Oleh Hasan Madilis

Pengantar redaksi:
Artikel ini dimuat bersambung. Bagian I, edisi Senin 28 Februari 2011. Bagian II, edisi Senin 7 Maret 2011.


3. Epistimologi Filsafat Hukum

Pada tataran epistimologi dalam filsafat ilmu, akan mempersoalkan bagaimana segala sesuatu itu ada (datang), bagaimana kita dapat memahaminya, dan bagaimana kita dapat mengklasifikasi eksistensi setiap objek berdasarkan ruang dan waktunya. Epistimologi filsafat hukum, merupakan landasan dimana kita melakukan suatu proses penemuan pengetahuan logika, etika dan estetika, menjadi suatu kebenaran ilmiah.

Epostimologi dalam filsafat hukum, akan mempersoalkan darimana unsur-unsur hukum itu datang (ada), selanjutnya bagaimana orang dapat memperoleh pengetahuan hukum dan bagaimana orang dapat merumuskan tentang struktur pengetahuan tentang ilmu-ilmu hukum. Untuk ilmu pengetahuan hukum, lahirlah pertanyaan mendasar yakni, untuk apa penggunaan hukum, apa batasan wewenang penelitian (jangkauan) hukum dan bagaimana hukum raharus diarahkan, serta bagaimana kita dapat memperoleh jaminan-jaminan hak dan kewajiban hukum pada taraf yang wajar.

Sebagai suatu sistem ajaran, maka disiplin ilmu hukum mencangkup antara lain; pertama, ajaran yang menentukan apa yang seyogianya atau seharusnya dilakukan, (preskriptif), dan yang kedua, yang senyatanya dilakuakan (deskriptif) didalam hidup. Sedangkan unsur-unsur hukum mencangkup unsur-unsur idiil serta unsur-unsur riil. Epistimologi filsafat hukum berusaha membuat “dunia etis yang menjadi latar belakan yang tidak dapat diubah oleh panca indra”, sehingga filsafat hukum (pada tataran epistimologinya), menjadi suatu ilmu normatif , seperti halnya dengan ilmu politik hukum,….

Aspek epistimologi dalam filsafat hukum, berusaha untuk menyatakan bahwa unsu-unsur hukum merupakan objek pengetahuan ilmu hukum yang senantiasa titeliti perkembangan dan persesuaiannya terhadap kondisi ruang dan waktunya dimana hukum diberlakukan serta segala sesuatu yang dapat mempengaruhi hubungan-hubungan hukum.

4. Aksiologi Filsafat Hukum

Yang menjadi objek kajian filsafat pada tataran aksiologi adalah bagaimana manusia dalam penerapan pengetahuan itu, dapat mengklasifikasinya, tujuan pengetahuan dan perkembangannya. Pada taraf tertinggi, aksilogi filsafat hukum akan mempersoalkan bagaiman hukum itu berfungsi secara ideal. Nilai, azas dan norma (azas objektif hukum yang bersifat moral, Azas objektif hukum yang bersifat Rasional, dan Azas subjektif hukum yang bersifat Moral dan Rasional) yang merupakan unsur-unsur hukum. Pengertian azas hukum adalah prinsip-prinsip yang dianggap dasar atau fundamen hukum atau pengertian dan nilai-nilai yang menjadi titik tolak pembentukan undang-undang dan interpretasi undang-undang atau prinsip-prinsip yang merupakan kedudukannya yang lebih tinggi dari pada hukum yang ditentukan manusia. Aksiologi filsafat hukum pada kebanyakan (masyarakat) umumnya dikenal dengan peranan hukum, dimana dasar keadilan dan kepastian hukum menjadi pilar yang seyogianya ditopang dengan segenap keseimbangan hukum. Tidak bermaksud untuk memadukan antara aksiologi filsafat hukum dan penemuan hukum, namun pada kausalitasnya penerapan hukum, unsur-unsur penemuan hukum merupakan kosekwesi dari penerapan hukum secara empirik. Sudikno Mortokusumo berpandangan bahwa, jikalau mencari hukumnya, arti sebuah kata maka dicari terlebih dahulu dalam undang-undang, karena undang-undang bersifat autentik, berbentuk tertulis, dan menjamin kepastian hukum. Nilai (value) merupakan salah satu cabang filsafat yaitu axiologi (filsafat nilai). Nilai biasanya digunakan untuk menunjukan kata benda yang abstrak yang dapat dinyatakan sebagga keberhargaan (worth) atau kebaikan (goodness). Demikian pula, Bahanuddin Salam menyatakan bahwa, melalui teori pengetahuan kita sudah sampai pada teori nilai yaitu teori yang menyelidiki proses dan isi penilaian yaitu proses-proses yang mendahului, mengiringkan malahan menentukan semua kelakuan manusia.

Oleh karena, hukum dalam tataran aksiologi filsafat hukum pada fase ketiga tahapan pembedahan hukum (Fungsi Filsafat Hukum) maka, keadilan hukum, kepastian hukum, jaminan hak dan kewajiban serta hubungan-hubungan hukum merupakan ruang bersekutunya unsur-unsur hukum, yang menjadi alasan objektif ke-dinamisasian hukum itu berproses.

5. Kesimpulan

Pada prinsipnya, filsafat hukum merupakan variabel utama disamping ilmu-ilmu terapan dalam ilmu hukum, bahkan dikatakan filsafat hukum adalah gerbang masuk dalam arena pengkajian ilmu-ilmu hukum. Terhadap Ontologi, Epistimologi dan Aksiologi Filsafat Hukum, secara umum adalah sama objeknya namun secara hakekat bahwa, ternyata ketiga unsur filsafat ilmu ini, (Ontologi, Epistimologi dan Aksiologi ) dalam filsafat hukum memiliki substansi yang berbeda pula, sehingga kita perlu mempelajari filasafat hukum.

Filsafat hukum dalam perannya akan melahirkan hubungan teori-teori hukum. Misalnya hubungan hukum dengan teori hukum, jika teori hukum mewujudkan sebuah meta teori berkenaan dengan Dokmatika Hukum, maka filsafat hukum memenuhi fungsi dari sebuah meta disiplin berkenaan dengn teori hukum. Secara struktur teori hukum terhubungkan pada filsafat hukum dengan cara yang sama seperti Dogmatika hukum terhadap teori hukum. Filsafat hukum merupakan sebuah meta disiplin berkenaan dengan teori hukum. Filsafat hukum sebagai ajaran nilai dari teori hukum dan filsafat hukum sebagai ajaran ilmu dari teori hukum.

Filsafat sebagai ajaran ilmu dari teori hukum dan sebagai ajaran pengetahuan mewujudkan sebuah meta disiplin berkenaan dengan teori hukum tidak memerlukan penjelasan lebih jauh mengingat filsafat hukum disini mengambil sdari kegiatan-kegiatan dari teori hukum itu sendiri sebagai objek studi.

Tentang penulis:
Hasan Madilis SH, dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, sedang kuliah S2 Ilmu Hukum Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto dengan konsentrasi istem Peradilan Pidana. Email : hasanmadilis78@yahoo.com. Kontak person: 085310321318

About these ads


ISSN 1979-9373
ISSN GagasanHukum.WordPress.Com

ARSIP

STATISTIK PENGUNJUNG

  • 1,474,944 hits
Maret 2011
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 77 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: